Follow by Email

Usaha Home Industri

Peluang Usaha 
Bawang Goreng siap pakai
Additional News

Mempunyai suatu usaha bukan berarti kita harus memulai segala sesuatunya dengan yang serba sulit dan dengan modal yang besar. Seandainya Anda seorang karyawan atau ibu rumahtangga sekalipun, meskipun dengan daftar pekerjaan Anda sudah cukup panjang tetapi bukan berarti tidak boleh memiliki usaha sampingan. Jenis usaha yang tepat adalah usaha yang tidak memerlukan waktu pengerjaan yang lama dan proses yang rumit. Bahan dan cara pengolahan yang sederhana, namun demikian tingkat kebutuhan pasarnya cukup tinggi. Salah satu peluang usaha yang dapat dijadikan alternatif adalah Usaha Pembuatan Bawang Goreng atau bawang goreng siap pakai dalam kemasan. Mungkin sebagian besar orang mempunyai anggapan usaha pembuatan bawang goreng kurang menarik. Namun jangan jika kita perhatikan lebih jauh hampir sebagian besar penjual makanan menggunakan bawang goreng sebagai pelengkap makanannya, sebut saja tukang baso, penjual gado-gado dsb, rata-rata mereka memilih membeli jadi bawang goreng sebagai pelengkap dagangannya. Belum lagi banyak juga ibu-ibu rumah tangga yang merasa lebih praktis menggunakan bawang goreng yang sudah jadi. Nah semakin nyata bukan peluang usaha ini untuk ditekuni lebih lanjut.

Ketika Anda sudah mulai tertarik untuk menekuni bisnis Pembuatan Bawang Goreng ini, ada baiknya dilakaukan pesiapan-pesiapan yang matang. Dengan bahan baku yang dengan mudah diperoleh dipasaran dan peralatan yang cukup disediakan dari dapur rumah Anda, usaha ini sudah siap untuk dijalankan. Hampir semua orang terutama kaum perempuan bisasa membuat bawang goreng, namun demikian berikut ulasan singkat cara pembuatan bawang goreng.

BAHAN

Sebagai bahan utamanya adalah bawang merah, sebaiknya dipilih bawang ukuran besar atau sedang sehingga memudahkan dalam pemotongannnya serta menjaga tampilan akhir bawang goreng yang dihasilkan. Sedangkan sebagai bahan campuran/pendukung diperrlukan Tepung Terigu, Tapioka, Minyak goreng serta garam dapur.

PERALATAN
*   Pisau dan talenan. Alat ini digunakan untuk mengiris umbi bawang merah. Atau untuk
     lebih  praktisnya menggunakan Alat pengiris yang banyak tersedia dipasaran, ada
     yang manual juga tersedia alat yang sudah dilengkapi dengan listrik sehingga proses
     pengirisan lebih mudah dan cepat serta hasilnya lebih rapih dan seragam.
*   Baskom. Alat ini digunakan untuk menampung hasil irisan.
*   Wajan atau penggorengan. Alat ini digunakan untuk menggoreng irisan bawang.
*   Kompor
*   Peniris. Alat ini digunakan untuk meniriskan minyak irisan bawang yang baru selesai
     digoreng. Untuk itu dapat digunakan tampah dan besek anyaman jarang, atau wadah
     plastik yang berlobang-lobang. Penirisan akan lebih efektif jika menggunakan mesin
     peniris sentrifugal.
*  Botol kaca bermulut lebar dengan penutup ulir. Botol ini digunakan untuk mengemas
    bawang goreng.
*  Kantung plastik. Alat ini juga digunakan untuk mengemas bawang goreng. Kantung
    yang digunakan sebaiknya dari jenis plastik polietilen.
*  Sealer listrik. Alat ini digunakan untuk menutup kantong plastik sehingga tetap garing
    dan renyah (tahan lebih lama).

CARA PEMBUATAN
1. Proses awal pembuatan bawang goreng ini adalah bawang merah dikupas, dan
    pangkal umbi dibuang kemudian bawang dicuci sampai bersih.
2. Sebagai bahan pendukung, Tepung terigu dicampur dengan tapioka sampai rata. Tiap
    150 gram tapioka dicampur dengan 175 gram terigu. Campuran ini disebut tepung
    campuran.
3. Proses berikutnya, bawang diiris/dipotong tipis membujur (tebal ± 2 mm), kemudian
    dimasukkan ke dalam
    baskom, dan ditambah dengan tepung campuran. Baskom digoyang-goyang sampai
    bahan tercampur rata.Sebagai patokan, setiap 1 kg irisan bawang dicampur dengan
    65 gram tepung campuran. Hasil campuran irisan bawang dengan tepung disebut irisan
    bawang bertepung.
4. Irisan bawang bertepung segera digoreng di dalam minyak panas ( suhu 170C) selama
    10 menit sampai garing dan berwarna kuning kecoklatan. Setelah itu bawang ditiriskan
    dan didinginkan.
5. Bawang goreng yang telah dingin dikemas di dalam kemasan tertutup rapat. Sebagai
    kemasan dapat digunakan kantong plastik, atau botol kaca bermulut lebar dengan
    penutup ulir.

Proses pengemasan bawang goreng disini sangatlah penting untuk diperhatikan. Dengan pengemasan yang baik , kulitas bawang goreng yang dihasilkan tetap terjaga, yaitu kering dan renyah (tidak lembek). Selanjutnya bawang goreng siap dipasarkan.



PELUANG USAHA 
PEMBUATAN SELAI PISANG
Additional News

Buah pisang terkenal sebagai buah yang merakyat, dari masyarakat kelas pinggiran hingga masyarakat elit menyantap jenis buah yang satu ini. Dengan cara perkembangbiakan yang cukup mudah, ketersediaan buah pisang di pasaran cukup melimpah. Namun dalam kondisi masak, masa simpan pisang relatif singkat atau mudah membusuk. Hal ini menjadi kendala ketika tiba saat panen raya. Salah satu solusinya adalah diolah lebih lanjut. Sudah banyak produk olahan dengan bahan dasar pisang, seperti dodol, kripik semprong pisang ataupun tepung pisang yang merupakan bahan setengah jadi (semua telah dibahas pada artikel sebelumnya). Salah satu jenis olahan pisang yang cukup mempunyai nilai jual adalah pembuatan selai pisang. Selai pisang adalah bahan berupa pasta yang berkadar gula tinggi dan dibuat dari bubur pisang. Pembuatan bahan ini tidak sulit, dan biayanya tidak mahal. Dengan biaya pengolahan yang relatif rendah serta rasa yang enak menjadikan pembuatan selai pisang sebagai peluang usaha yang layak dicoba.


BAHAN PEMBUATAN SELAI PISANG

Bahan –bahan yang digunakan dalam pembuatan selai pisang ini relatif mudah
didapatkan, yakni :

    * Pisang yang telah matang konsumsi, dan daging buah telah lunak.
    * Pisang yang hampir matang konsumsi, tapi daging buah masih agak keras.
    * Gula pasir halus yang putih bersih.
    * Asam Sitrat.
    * Tepung agar-agar.

PERALATAN DALAM PEMBUATAN SELAI PISANG

Jenis peralatan yang digunakan dalam pembuatan selai pisang cukup sederhana, dan merupakan peralatan yang umum terdapat di dapur rumah tangga, terdiri atas:

    * Pisau dan talenan. Alat ini digunakan untuk mengupas dan memotong-­motong
       pisang.
    * Penggiling. Alat ini digunakan untuk menggiling pisang menjadi bubur pisang.
       Untuk jumlah kecil, blender dapat digunakan untuk menghaluskan pisang menjadi
       bubur pisang.
    * Panci. Alat ini digunakan untuk memasak bubur pisang menjadi selai pisang.
    * Timbangan.

CARA PEMBUATAN SELAI PISANG

Proses pembuatan selai pisang meliputi beberapa tahapan, yaitu :

Pembuatan manisan cacahan pisang.

Pisang yang hampir matang konsumsi dicacah seperti kotak (3~4 mm), kemudian
diberikan pelumuran gula 3 kali.

a. Pelumuran pertama : Cacahan pisang dilumuri dengan gula halus. Tiap 1 kg cacahan
    memerlukan 300 gram gula. Setelah itu cacahan disimpan di dalam lemari pendingin
   selama 48 jam. Selama penyimpanan, cairan buah akan keluar. Cairan buah ini
   dipisahkan dan disimpan pada suhu dingin. Cairan ini disebut ekstrak buah bergula.

b. Pelumuran kedua: Cacahan pisang dilumuri lagi dengan gula halus. Tiap 1 kg cacahan
    memerlukan 250 gram gula. Setelah itu cacahan disimpan di dalam lemari pendingin
    selama 48 jam. Selama penyimpanan, cairan buah masih keluar. Cairan buah ini
    dipisahkan dan disimpan pada suhu dingin.

c. Pelumuran ketiga : Cacahan pisang dilumuri lagi dengan gula halus. Tiap 1 kg cacahan
    memerlukan 200 gram gula. Setelah itu cacahan disimpan di dalam lemari pendingin
    selama 48 jam. Selama penyimpanan, cairan buah masih keluar. Cairan buah ini
    dipisahkan dan disimpan pada suhu dingin. Sekarang cacahan pisang disebut sebagai
    manisan cacahan pisang.

Pembuatan bubur buah.

Pisang matang konsumsi yang daging buahnya telah lunak disimpan di dalam lemari pendingin selama semalam, kemudian dikupas dan digiling atau ditumbuk sampai menjadi bubur buah yang halus. Pekerjaan ini harus dikerjakan secara cepat supaya selama pengerjaan buah belum berubah menjadi kehitaman.

Pemasakan dan penambahan gula pada bubur.

Proses berikutnya, bubur buah ditambah dengan tepung agar dan diaduk sampai rata. Tiap kg bubur buah ditambah dengan 6 g tepung agar. Setelah itu bubur buah dimasak sampai mendidih dengan api sedang. Setelah mendidih, bubur buah ditambah dengan asam sitrat, gula pasir halus dan cairan ekstrak bergula. Tiap 1 kg bubur ditambah dengan : 5 gram asam sitrat dan 1260 gram gula pasir halus, serta Seluruh cairan ekstrak buah bergula yang diperoleh dari penggulaan 100 gram cacahan pisang.

Setelah penambahan bahan tersebut, pendidihan diteruskan dengan api kecil sambil diaduk selama 5 menit. Setelah itu api dimatikan, dan ke dalam selai pisang ditambahkan manisan cacahan pisang dan essence pisang secukupnya. Tiap 1 kg bubur pisang, ditambah dengan 100 gram manisan cacahan pisang. Produk yang diperoleh disebut selai pisang.

Penyiapan botol.

Sebagai tempat penyimpanan sebaiknya digunakan botol kaca. Botol kaca disikat bagian dalamnya dengan detergen. Seluruh permukaan botol dicuci sampai bersih dengan menggunakan detergen. Botol dibilas sampai bersih, setelah itu botol direbus di dalam air mendidih selama 30 menit.

Pembotolan.

Botol diangkat dari air panas dan dibalikkan agar airnya keluar dari botol. Ketika botol masih panas, selai yang masih sangat panas dimasukkan ke dalam botol sampai permukaan selai 1 cm dari bibir botol paling atas. Penutup botol segera ditutupkan dengan kuat dan rapat.

Penyimpanan.

Dengan perlakuan yang cukup steril serta penambahan gula maka selai dalam botol ini dapat disimpan lama pada suhu kamar.

Selesai semua tahapan di atas, selai pisang dapat diberi label dan selanjutnya siap didistribusikan dan dipasarkan.


Peluang Usaha 
Pengolahan Daging Asap
Additional News

Daging merupakan salah satu sumber protein bagi tubuh manusia,namun demikian daging mempunyai masa simpan yang relatif singkat dengan kata lain cepat mengalami pembusukan. Hal ini menjadi kendala terutama apabila pada saat stok daging di pasaran cukup tinggi, belum lagi penggunaan obat-obat kimiawi yang disalah gunakan untuk mengawetkan daging agar bertahan lama untuk disimpan. Salah satu alternatif penyimpanan daging adalah dengan diolah menjadi Daging Asap (daging sale). Daging asap adalah irisan daging yang diawetkan dengan panas dan asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu keras yang banyak menghasilkan asap dan lambat terbakar. Daging asap yang dihasilkan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama. Pengolahan daging asap ini tepat dijadikan peluang usaha, sebagai alternatif usaha ketika stok daging melimpah dipasaran tanpa membahayakan kesehatan konsumen.

Secara umum ada dua cara pengasapan yaitu cara tradisional dan cara dingin. Pada cara tradisional, asap dihasilkan dari pembakaran kayu atau biomassa lainnya (misalnya sabuk kelapa serbuk akasia, dan serbuk mangga).Pengasapan tradisional paling mudah diterapkan oleh industri kecil. Asap cair yang diperlukan untuk pengasapan dingin sulit ditemukan dipasaran. Oleh karena itu akan kita bahas lebih lanjut pengasapan tradisional.

Sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai proses pembuatannya, ada baiknya kita mengetahui mekanisme pengasapan daging sebagai tambahan informasi. Daging asap diawetkan dengan asap dan panas pembakaran kayu. Asap mengandung senyawa fenol dan formaldehida,masing-masing bersifat bakterisida (membunuh bakteri). Kombinasi kedua senyawa tersebut juga bersifat fungisida (membunuh kapang). Kedua senyawa membentuk lapisan mengkilat pada permukaan daging. Panas pembakaran juga membunuh mikroba, dan menurunkan kadar air daging. Pada kadar air rendah daging lebih sulit dirusak oleh mikroba. Asap juga mengandung uap atau air, asam formiat, asam asetat, keton alkohol dan karbon dioksida 4. Rasa dan aroma khas produk pengasapan terutama disebabkan oleh senyawa fenol (quaiacol, 4-mettyl-quaiacol, 2,6-dimetoksi fenol) dan senyawa karbonil1. Berikut kita akan bahas lebih lanjut proses pengasapan daging :

BAHAN DAN PERALATAN
Sebagai bahan utamanya adalah daging dengan kualitas baik/segar, serta garam halus.
Sedangkan peralatan yang dibutuhkan :

    * Lemari asap. Alat ini digunakan untuk mengasapi daging, dengan cara daging
       digantung atau diletakkan di atas rak-rak. Bagian dasar lemari digunakan untuk
       pembakaran kayu. Lemari ini dapat dibuat sendiri.
    * Penggantung daging. Alat ini digunakan untuk menggantung daging besar yang
       akan diiris.
    * Pisau dan talenan. Alat ini digunakan sebagai alas pada saat mengiris daging
       (jika tidak digantung)

CARA PEMBUATAN

Pengirisan daging.
Tahap pertama pembuatan daging asap adalah daging diiris tipis-tipis. Sebisa mungkin pemotongan mengikuti arah jaringan otot. Ada dua cara pengirisan, yaitu:

    * Daging digantung pada alat penggantung, kemudian diiris tipis-tipis
    * Daging ditempatkan diatas talenan, kemudian diiris tipis-tipis

Irisan dapat dibuat dalam berbagai ukuran, seperti:

        * irisan kecil: irisan dengan panjang 1 cm dan lebar 1 cm
        * irisan sedang: irisan dengan panjang dan lebar antara 3 ~ 5 cm
        * irisan panjang: irisan dengan panjang >5 cm dan lebar 3 ~ 5 c

Penyiapan lemari asap.
Tahap berikutnya adalah menyiapkan lemari asap. Bagian dasar lemari asap diisi dengan kayu keras, kemudian dibakar. Setelah kayu terbakar, api dipadamkan sehingga kayu tetap membara sambil mengeluarkan asap.

Pengasapan.
Setelah daging selesai dipotong dan kayu sudah menjadi bara dan mengeluarkan asap, irisan daging berukuran kecil dan sedang diletakkan dianyaman jarang. Irisan berukuran panjang lebih baik digantung.Setelah itu lemari ditutup rapat. Pengasapan ini dilangsungkan selama 48jam sehingga dihasilkan daging asap kering dengan warna coklat tua. Selama pengasapan, pembakaran kayu harus dijaga agar tidak mengeluarkan api.Jika kayu berapi, kayu lebih cepat habis, kurang berasap, dan suhu terlalu tinggi. Selama pengasapan, suhu perlu diusahakan tidak lebih dari 80C.

Pengemasan.
Setelah daging benar-benar kering (warna coklat tua), siap dikemas dalam kantong plastik ataupun kotak kaleng yang tertutup rapat.

Dalam kondisi kering, daging asap ini dapat bertahan lebih lama, selanjutnya siap dipasarkan.


Pembuatan Izin Pengobatan Tradisional
Additional News

Selain mengandalkan dokter dan rumah sakit, dewasa ini masyarakat sering mendatangi balai pengobatan tradisional yang banyak terdapat di pelosok desa dan kota. Balai pengobatan tradisional ini banyak yang menyembuhkan berbagai penyakit dengan cara ilmiah lewat pengobatan herbal dan tradisional, dan ada pula yang menyembuhkan berbagai penyakit dengan cara irasional. Tempat usaha semacam ini tetap memerlukan izin sebelum beroperasi. Dasar hukum yang mengatur adalah peraturan daerah di tiap daerah. Begitu juga dengan sanksinya. Sanksi yang umum dilakukan oleh pemerintah bagi balai pengobatan tradisional yang tidak mempunyai izin adalah penutupan tempat usaha.
Persyaratan Administratif Pembuatan Izin Pengobatan Tradisional

Dalam mengurus perizinan bagi pengobat tradisional umumnya persyaratan
administratifnya tidaklah susah. Persyaratannya sebagai berikut.

   1. Biodata atau riwayat hidup pengobat tradisional.
   2. Salinan KTP pengobat tradisional yang masih berlaku.
   3. Surat keterangan dari lurah atau kepala desa tempat melakukan Pekerjaan
       sebagai pengobat tradisional.
   4. Rekomendasi dari asosiasi atau organisasi profesi di bidang pengobatan
       tradisional yang bersangkutan.
   5. Salinan ijazah atau sertifikat sebagai pengobat tradisional.
   6. Surat pengantar dari puskesmas setempat.
   7. Pas foto berwarna berukuran 4 x 6 cm (2 lembar).
   8. Rekomendasi dari kejaksaan negeri atau kantor departemen agama di kota
       tempat praktek.
   9. Instansi yang berwenang dalam memberikan izin balai pengobatan tradisional
       adalah Dinas Kesehatan yang berada di tingkat kabupaten atau kota.


Prosedur Pengurusan Pembuatan Izin Pengobatan Tradisional

   1. Pemohon mengajukan permohonan kepada bupati/walikota melalui Kepala Dinas
       Kesehatan dengan melampirkan semua persyaratan yang sudah disiapkan.
   2. Setelah permohonan masuk ke pemerintah daerah, kemudian pihak Dinas
       Kesehatan akan meninjau ke lokasi usaha dan akan melakukan penyuluhan
       seperlunya kepada pemohon. Jika ada kekurangan maka pemohon harus
       melengkapinya. Misalnya kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan
       dalam menjalankan profesinya.
   3. Setelah semua persyaratan dipenuhi, maka dalam waktu paling lama 14 hari kerja,
       izin sudah bisa diberikan.


Peluang Usaha 
Pembuatan Keripik Jamur
Additional News

Siapa yang tak kenal kerupuk……Makanan yang satu ini bisa dinikmati sebagai pendamping nasi ataupun sebagai kudapan sembari bersantai. Kalau selama ini kita hanya menikmati kerupuk yang bebahan dasar tepung , tapioka dengan tambahan ikan, udang ataupun bawang sebagai “penambah citra rasa”, maka kali ini kita bisa melirik Jamur Tiram sebagai alternatif citra rasa. Selain kandungan gizinya yang tinggi pembuatannyapu tidak terlalu sulit. Selamat mencoba…

PEMBUATAN KERIPIK JAMUR

Bahan yang digunakan adalah:

1. Jamur Tram 1/2 kg

2. Tepung tapioka 1/2 kg

3. Telur bebek 2 butir

4. Gula secukupnya

5. Garam secukupnya

6. Minyak goreng secukupnya

7. Air (100 cc)

8. Tali/benang, dan plastik.

Peralatan yang digunakan adalah:

1. kompor,

2. dandang,

3. baskom plastik, 4. talenan,

5. pisau,

6. cobek/penumbuk dan sealer.

Proses Pembuatan

1. Jamur dicuci hingga bersih

2. Kukus atau rebus hingga matang

3. Haluskan dengan gilingan daging atau ditumbuk

4. Campur tepung tapioka dengan air sedikit demi sedikit, kemudian masukkan jamur
    yang telah dihaluskan, telur bebek, gula dan garam, aduk dan uleni hingga kalis

5. Masukkan adonan ke dalam plastik atau daun dengan diameter 0,5 cm dan ikat
    dengan tali/benang.

6. kukus adonan hingga matang, angkat dan dinginkan

7. iris tipis dan jamur hingga kering dengan menggunakan sinar matahari/mesin peering.

8. kerupuk jamur kering siap dikemas dan dijual mentah. Atau digoreng dan dikemas
    kemudian dijual dalam bentuk matang.

Sumber : Nur Hidayat, Laboratorium Bioindustri dan Pengolahan Limbah, Teknik Industri, Universitas Brawijaya


Peluang Usaha Pembuatan Abon Jamur Tiram
Additional News

Satu lagi alternatif olahan berbahan dasar jamur tiram adalah Abon jamur tiram. Yaaa.. abon adalah jenis makanan yang digemari anak-anak sampai orang dewasa. Dengan cara pembuatan yang tidak terlalu sulit dan makanan ini cukup awet, tidak ada salahnya jika jenis olahan ini dijadikan salah satu peluang usaha. Selamat mencoba….

PEMBUATAN ABON JAMUR TIRAM

Bahan yang digunakan adalah :

1. Jamur Tram 5 kg

2. Kelapa tua berukuran sedang 7 butir

3. gula merah 2 ons

4. bawang merah 2 ons

5. bawang putih 1 ons

6. cabe merah 1/ons

7. ketumbar 40 gram

8. minyak goreng secukupnya.

Peralatan yang digunakan dalam pembuatan abon cukup sederhana, yakni:

1. kompor

2. panci email

3. wajan penggoreng

4. alat pengepres

5. timbangan

6. cobek atau blender

7. parutan,

8. talenan

9. nyiru

10. baskom

11. pisau

12. pengaduk

13. alat penutup kantung plastik

Proses Pembuatan

Tahapan dalam pembuatan abon adalah sebagai berikut:

1. Jamur tiram direbus selama 10 menit.

2. dinginkan dan potong tipis-tipis mengikuti alur lamela atau suwiri dengan tangan.

3. bumbu dihaluskan dan ditumis hingga wangi, kemudian masukkan jamur tiram yang
    telah disuwiri, dan tambahkan santan kental

4. goreng campuran bahan tersebut hingga berwarna coklat tua

5. tiriskan, dan dipres untuk mengeluarkan minyaknya lalu didinginkan

6. abon siap dikemas

Sumber : Nur Hidayat, Laboratorium Bioindustri dan Pengolahan Limbah, Teknik Industri, Universitas Brawijaya

Peluang  Usaha  Pembuatan Terasi 
sebagai Pemanfaatan Hasil Perikanan
Additional News

Sahabat Sambal ya Terasi, kata-kata itu yang saya dengar dari salah satu sahabat. Terasi banyak di sukai karena kemampuan terasi dalam menambah rasa dan aroma pada makanan. Konsumsi terasi di masyarakat sangat besar, merupakan peluang usaha yang menarik di tengah upaya peningkatan nilai tambah, produk-produk perikanan.

Terasi adalah hasil olahan ikan dalam bentuk produk setengah basah, dibuat dari udang atau ikan-ikan kecil yang dicampur dengan garam, kemudian campuran tersebut diragikan. Karena terbuat dari Udang maupun Ikan kecil, terasi masih memiliki kadar gizi yang tinggi. Indonesia sebagai negara yang memiliki bentangan laut yang luas memiliki potensi yang besar. Selama ini masyarakat terutama nelayan lebih menyukai penjualan atas tangkapan langsung, hanya beberapa persennya yang melakukan pengolahan lebih lanjut, akibatnya nelayan hanya mendapatkan pendapatan atas harga dasar ikan saja. Jika saja hasil tangkapan tersebut diolah menjadi terasi maka hasil perikanan memiliki nilai tambah sebagai upaya pemanfaatan hasil perikanan.

Proses pembuatan terasi.

Terdapat dua bahan pokok dalam pembuatan terasi yaitu, Ikan dan garam.

    * Ikan merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat selain.
       Namun sayangnya ikan mudah sekali mengalami pembusukan. Oleh sebab itu Mutu
       olahan ikan dipengaruhi oleh mutu bahan mentahnya. Untuk mengetahui tanda-tanda
       ikan segar dapat dilihat dari :
       mata ikan terlihat suram dan ikan tenggelam di dalam air;  sisik ikan suram dan mudah
       sekali terlepas; warna kulit ikan pun suram dan berlendir tebal; warna insang ikan
       kelabu diselimuti lendir tebal; bagian dinding perut lembek; warna keseluruhan tubuh
       ikan suram dan terdapat berbau busuk.
    * Untuk melihat ikan segar dicirikan oleh , daging ikan kenyal ; mata terlihat jernih dan
       menonjol; sisik ikan kuat dan agak mengkilat; sirip ikan kuat; warna ikan keseluruhan
       termasuk kulit cerah; insang ikan berwarna merah; bagian dinding perut kuat;

Cara Pembuatan terasi

   1. Cuci udang, ikan kecil-kecil atau rebon sampai bersih
   2. Lalu Masukkan ke dalam baskom penggaraman, tambahkan garam dan aduk
       sampai rata;
   3. Tutup bak dan biarkan campuran ikan garam selama 1-7 hari (peragian I)
   4. Selesai peragian I, jemur udang, rebon atau ikan di terik matahari sampai setengah
       kering kemudian tumbuk sampai hancur (lumat), lalu jemur lagi.
   5. Lakukan hal tersebut selama 2-4 hari (peragian II). Kemudian cetak dan bungkus.

Mudah mudahan artikel ini bermanfaat.


CARA MEMBUAT 
DETERJEN BUBUK
Additional News

Bahan Baku untuk Pembuatan Deterjen:

1. Bahan Aktif
Bahan aktif ini merupakan bahan inti dari deterjen sehingga bahan ini harus ada dalam pembuatan deterjen. Secara kimia bahan kimia ini dapat berupa sodium lauryl ether sulfat (SLES). SLES ini dikenal dengan beberapa nama dagang dengan nama cottoclarin, texapone, ataupun ultra SLES. Secara fungsional bahan mempunyai andil dalam meningkatkan daya bersih. Ciri dari bahan aktif ini mempunyai busa banyak dan bentuknya gel translucent (pasta). Selain SLES, bahan aktif dari sabun bubuk adalah garam Linear Alkyl Benzene Sulfonat (LAS), bentuknya gel/pasta berwarna kuning muda. Fungsi LAS sama seperti Ultra SLES, sebagai bahan pembersih utama pembuatan Sabun Bubuk, dengan LAS, maka sabun bubuk akan lebih mudah dibilas/ kesat.

2. Bahan pengisi
Bahan ini berfungsi sebagai bahan pengisi dari keseluruhan bahan baku. Pemberian bahan pengisi ini dimaksudkan untuk memperbesar atau memperbanyak volume. Keberadaan bahan ini dalam deterjen semata-mata dilihat dari aspek ekonomis. Bahan pengisi deterjen disini menggunakan Sodium Sulfat (Na2SO4).

3. Bahan penunjang
Salah satu contoh bahan penunjang deterjen adalah soda abu (Na2CO3) yang berbentuk serbuk putih. Bahan penunjang ini berfungsi sebagai meningkatkan daya bersih. Keberadaan bahan ini dalam deterjen tidak boleh terlalu banyak, sebab dapat menimbulkan efek panas pada tangan saat mencuci pakaian. Bahan penunjang lainnya adalah STPP (sodium tripoly posphate) yang juga penyubur tanaman. Ini dapat dibuktikan air bekas cucian disiramkan ke tanaman akan menjadi subur. Hal ini disebabkan oleh kandungan fosfat yng merupakan salah satu unsur dalam jenis pupuk tertentu.

4. Bahan Tambahan (aditif)
Bahan tambahan ini sebenarnya tidak harus ada didalam pembuatan deterjen. Namun demikian, produsen mencari hal-hal baru untuk mengangkat nilai dari deterjen itu sendiri. Salah satu contoh bahan tambahan ini adalah Enzym AR. Bahan ini berbentuk serbuk putih yang berfungsi mencegah kotoran kembali ke pakaian (anti redeposisi).

5. Bahan Pewangi/ Bibit Parfum
Keberadaan bahan wangi ini sangat penting keberadaannya, sebab suatu deterjen dengan kualitas baik , Harum & Disukai Pelanggan. Parfum untuk deterjen bentuknya cair kekuning-kuningan. Pemilihan parfum ini sangat penting, karena biasanya konsumen selalu membau dulu barang yang akan dibeli, baru mencoba untuk memakai produk tersebut.

6. Bahan Tambahan untuk membuat sabun yang kulitas istimewa:

Extrableach : Untuk Memutihkan Cucian yang khusus berwarna putih, pemakiannya 3-10%

Lipozyme: Pembersih noda yang disebabkan oleh minyak, lemak & gemuk. Dengan ditambah lypozyme, maka daya cuci sabun terhadap kotoran yang mengandung minyak, lemak ataupun gemuk yang membandel akan lebih mudah dibersihkan. Dosis pemakaian 2-10%.

Protease: Pembersih noda yang membandel disebabkan oleh protein, seperti darah, kecap, susu, saos dll. Dengan ditambah Protease, maka daya cuci sabun terhadap kotoran yang disebabkan protein seperti darah, makanan bayi, susu, saos, kecap dll yang membandel akan lebih mudah dibersihkan. Dosis Pemakaian 2-10%.

Bioenzyme (Bintik Biru) dosis pemakaian secukupnya.

Komposisi Pembuatan Deterjen:
1. Cottoclarin/Ultra Sles/Texapone 5-10%
2. LAS 5-10%
3. Na2SO4 10-20%
4. Na2CO3 35% - 50%
5. STPP 5-20 %
6. Enzym AR 2-10 %
6. Parfum secukupnya

Peralatan yang dibutuhkan : Wadah, pengaduk kayu, dan saringan deterjen
Untuk meproduksi detergent dalam jumlah besar bisa menggunakan POWDER MIXER

Cara Membuat Deterjen:

1. Cottoclarin + LAS diaduk rata
2. Semua Bahan Bahan Serbuk di aduk rata
3. (1) + (2) aduk rata
4. (3) + Bahan Tambahan
5. Diayak dan keringkan
6. Semprot dengan Parfum
7. Dikemas & Siap dipasarkan

Kelebihan Deterjen ini- Daya bersihnya kuat atau membersihkan kotoran yang membandel.- Direndam semalam baju tidak akan menimbulkan bau.- Hemat air karena mudah dibilas.


Cara membuat Sabun Cream Deterjen
Additional News

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

   1. Caustic soda ................................. 50 gram
   2. STTP ........................................... 50 gram
   3. CMC ........................................... 30 gram
   4. Soda ash ..................................... 100 gram
   5. ABS ........................................... 300 gram
   6. Bahan warna .............................. secukupnya
   7. Air ............................................. 600 cc (2,5 gelas)
   8. Bibit minyak wangi ......................... 5 cc
   9. Caoline ........................................ 50 gram

Cara pembuatan :

   1. CMC dilarutkan pada ABS, diaduk dampai kental seperti asam belerang, dalam
       suatu tempat yang dibuat dari plastik atau email - (a).
   2. Cautic, STTP, Soda ash, Bahan warna dilarutkan dalam air, kemudian diaduk
       secepatnya sehingga merata, dan dalam pengadukannya memerlukan waktu
       kira-kira 5 menit - (b).
   3. Larutan (b) yang sudah berbentuk cairan dimasukkan pada hasil larutan (a),
       kemudian diaduk sehingga busanya naik, kalau sudah halus, masukkanlah caoline
       sedikit demi sedikit, sambil diaduk-aduk supaya tidak ada tepung yang kristal - (c).
   4. Yang terakhir, Bibit minyak wangi dilarutkan pada percampuran (c) dan diaduk
       sekali lagi supaya betul-betul merata.

Keterangan mengenai kepanjangan dan nama bahan kimia tersebut diatas :

   1. STTP = Sodium Try Poly Pospat.
   2. CMC = Carboxil Mettyl Calycus Celolose.
   3. ABS  = Alkyl Benzoat Sulfa. (ABS juga ada sebagian orang menyebutnya
       dengan marion).

Semoga bermanfaat...


Cara membuat Masker
Additional News

Bahan yang diperlukan :

   1. Camfer kristal/kapur barus ..................... 2 gram
   2. Tepung talc ........................................ 200 gram
   3. Glicerine ............................................ 200 gram
   4. Bibit minyak wangi ................................. 5 cc

Alat-alat yang dipergunakan :

   1. Tempat untuk menumbuk.
   2. 2 (dua) panci kecil.
   3. 2 (dua) sendok makan.

Cara pembuatan :

   1. Camfer kristal/kapur barus ditumbuk sampai halus - (a).
   2. Tepung talc dilarutkan sedikit demi sedikit dalam glycerin, diaduk sampai merata
       (menyerupai susu kental) - (b).
   3. Camfer yang sudah halus (a), dimasukkan pada hasil percampuran (b), kemudian
       diaduk-aduk sampai merata.
   4. Kalau sudah mengental, larutkan bibit minyak wangi.

semoga bermanfaat...


Cara membuat Obat Anti Bau Badan 
(Liquid Deodorant)
Additional News

Bahan yang dibutuhkan :

   1. Tawas .................................... 40 gram
   2. Air masak ................................ 200 cc
   3. Glysol .......................................... 6 cc
   4. Bibit minyak wangi ...................... 5 cc

Alat-alat yang dipergunakan :

   1. 1 (satu) panci email/plastik.
   2. Alat penumbuk yang dibuat dari batu
       (yang biasa digunakan untuk menumbuk sambel)
   3. 2 (dua) sendok makan

Cara Pembuatan :

   1. Tawas dihancurkan sampai halus, kemudian dilarutkan dalam air - (a).
   2. Glysol dan Bibit minyak wangi dicampur - (b).
   3. Hasil percampuran (b) dimasukkan pada hasil percampuran (a) dan diaduk-aduk
       sampai merata.

Keterangan : Gunanya tawas, selain untuk pembuatan obat Anti Bau Badan (Liquide Deodorant) juga dapat dipergunakan untuk menjernihkan air dan mematikan kuman-kuman yang ada dalam air.

semoga bermanfaat..


Cara membuat Astringent Lotion
Additional News

Bahan yang dibutuhkan :

   1. Sulfat zinci ................................ 4 gram
   2. Glycerin ................................... 40 cc
   3. Tawas ...................................... 3 gram
   4. Air panas ................................ 300 cc
   5. Alkohol sulingan ......................... 40 cc
   6. Bibit minyak wangi ....................... 5 cc

Alat-alat yang digunakan :

   1. 1 (satu) mangkok porselin/beling.
   2. 1 (satu) panci kecil.
   3. 2 (dua) sendok makan.

Cara pembuatan :

   1. Sulfat zinci dilarutkan dengan Glycerin - (a).
   2. Tawas dihancurkan/ditumbuk sampai halus, kemudian dilarutkan dalam air - (b).
   3. Larutan (a) dimasukkan pada larutan (b), diaduk sampai merata, kalau sudah
       merata larutkanlah Alkohol sulingan dan Bibit minyak wangi. Agar parfumnya tidak
       menguap, masukkanlah ke dalam botol yang tertutup.

semoga bermanfaat...


Cara membuat Vanising Cream
Additional News

Bahan yang dibutuhkan :

   1. Stearic acid ..................................... 40 gram
   2. Natrium carbonat .............................. 3 gram
   3. Glycerin .............................................. 15 cc
   4. Air ................................................... 180 cc
   5. Alkohol .............................................. 10 cc
   6. Bibit minyak wangi ............................... 5 cc

Alat-alat yang dipergunakan :

   1. 1 (satu) kompor.
   2. 2 (dua) panci email kecil.
   3. 1 (satu) centong kayu.
   4. 1 (satu) gelas dan 1 (satu) sendok makan.

Cara pembuatan :

   1. Stearic acid dipanaskan api sampai mencair (api jangan terlalu besar dan jangan
       sampai mendidih) - (a).
   2. Natriun carbonat dan Glycerin dipanaskan api diaduk-aduk sampai merata - (b).
   3. Hasil percampuran (b) dimasukkan pada percampuran (a), kemudian tuangkan air
       diaduk-aduk sampai merata. Kalau sudah mengental/sudah agak dingin, Alkohol
       dan Bibit minyak wangi dilarutkan.

Semoga bermanfaat...


Cara membuat Face Lotion 
(Lotion Muka)
Additional News

Bahan yang dibutuhkan :


   1. Air aquades .............................. 200 cc
   2. Borax ......................................... 3 gram
   3. Tintura Benzol .............................. 6 cc
   4. Glycerin ..................................... 15 cc
   5. Bibit minyak wangi ......................... 5 cc

Alat-alat yang dipergunakan :

   1. 1 (satu) kompor.
   2. 1 (satu) gelas.
   3. 1 (satu) panci.
   4. 2 (dua) sendok makan.

Cara pembuatannya :

   1. Air aquades dan borax dipanaskan sampai larut - (a).
   2. Tintura benzol dilarutkan pada Glycerin - (b).
   3. Hasil percampuran (b) dimasukkan pada percampuran (a), lalu diaduk-aduk
       sampai merata.
   4. Kalau sudah merata, turunkanlah dari perapian, kemudian masukkanlah bibit minyak
       wangi apabila sudah agak dingin.

Semoga bermanfaat...


Cara membuat Skin Tonic Lotion
Additional News

Bahan yang dibutuhkan :

   1. Tritanolamine ................................ 20 cc
   2. Air aquades .............................. 1500 cc
   3.Glysol ......................................... 100 cc
   4. Mentol kristal ............................. 2 gram
   5. Alkohol sulingan ........................ 150 cc
   6. Tepung talc .............................. 10 gram
   7. Bibit minyak wangi melati ............. 10 cc

Alat-alat yang dipergunakan :

   1. 1 (satu) baskom.
   2. 1 (satu) panci email.
   3. 1 (satu) centong alumunium/kayu.
   4. Tempat/bekas dari Skin Tonic Lotion.

Cara pembuatan :

   1. Mentol dan tritanolamine dilarutkan dalam air, diaduk sampai merata - (a).
   2. Glysol dilarutkan dalam Alkohol sulingan - (b).
   3. Larutan (b) dimasukkan pada larutan (a), lalu masukkan Tepung talc sambil
       diaduk-aduk sampai merata - (c).
   4. Akhirnya Bibit minyak wangi dilarutkan pada percampuran (c), sambil
       diaduk-aduk pakai centong kayu atau sendok, sampai pencampuran
       tersebut merata.

Semoga bermanfaat...


Cara membuat Eau Decologne
Additional News

Bahan yang dibutuhkan :

   1. Alkohol sulingan .......................... 500 cc
   2. Bergamot oil ................................ 10 cc
   3. Citroen olie ................................... 5 cc
   4. Bibit minyak wangi melati ............... 10 cc

Alat-alat yang dipergunakan :

   1. 1 (satu) panci email besar.
   2. 1 (satu) sendok makan.

Cara pembuatan :

   1. Bergamot oil dilarutkan pada Alkohol - (a).
   2. Citroen olie dilarutkan pada pencampuran (a), lalu diaduk-aduk sampai merata.
   3. Kalau sudah merata, larutkanlah Bibit minyak wangi dan masukkanlah ke dalam
       botol yang tertutup, kemudian dikock sampai merata.

Semoga bermanfaat...


Cara membuat Cleansing Cream
Additional News

Bahan yang dibutuhkan :

   1. Stearic acid ............................ 100 gram
   2. Minyak parafin ......................... 10 cc
   3. Tri tanolamine .......................... 10 cc
   4. Glycerin ................................... 10 cc
   5. Air aquades ............................. 50 cc
   6. Bibit minyak wangi ..................... 5 cc

Alat-alat yang dipergunakan :

   1. 1 (satu) kompor.
   2. 2 (dua) panci email.
   3. 1 (satu) centong kayu/tanduk/alumunium.
   4. 1 (satu) sendok makan.

Cara pembuatannya :

   1. Stearic acid dan minyak parafin dipanaskan sampai mencair - (a).
   2. Clycerin dan tritanolamine dicampur dengan Air aquades - (b).
   3. Percampuran (b) dimasukkan pada (a), kemudian diaduk-aduk sampai merata.
   4. Kalau sudah merata turunkan dari perapian, diaduk lagi sampai mengental, lalu
       Bibit minyak wangi dimasukkan pada percampuran tersebut.

Semoga bermanfaat...


Cara membuat Bedak Powder
Additional News

Bahan yang dibutuhkan :

   1. Magnecium carbonat ..................... 50 gram
   2. Bibit minyak wangi ............................ 10 cc
   3. Caoline ....................................... 200 gram
   4. Titaan dioxid ................................. 50 gram
   5. Bahan warna bedak ....................... secukupnya
   6. Tepung talc ................................. 600 gram

Alat-alat yang dipergunakan :

   1. 2 (dua) baskom tanggung.
   2. 2 (dua) panci email/porselin.
   3. 2 (dua) sendok makan.

Cara pembuatannya :

   1. Magnecium carbonat dicampur dengan Bibit minyak wangi, diaduk-aduk sampai
       merata - (a).
   2. Caoliline, Titaan dioxcid, Bahan warna bedak dicampur menjadi 1 (satu) dan
       diaduk-aduk sampai merata - (b).
   3. Hasil percampuran (a), dimasukkan pada hasil percampuran (b), kemudian
       masukkanlah Tepung talc, sambil diaduk-aduk hingga merata.

Keterangan : Magnecium carbonat disamping untuk pembuatan Bedak, juga dipergunakan untuk pembuatan Pasta gigi (odol). Kalau Caoline dan Tepung talc, selain untuk pembuatan Bedak, juga merupakan bahan pengental dari sabun cream deterjen (B29, Naso) dan lain sebagainya.

Semoga bermanfaat...

Cara membuat 
Minyak Rambut Kental
Additional News

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

   1. Vaslin putih ........................... 250 gram
   2. Kleur olie .............................. secukupnya
   3. Bibit minyak wangi ..................... 5 cc

Alat-alat yang dipergunakan :

   1. 1 (satu) kompor.
   2. Panci email.
   3. Kayu untuk mengaduk.

Cara pembuatan :

   1. Vaslin putih dipanaskan api smapai mencair.
   2. Kleur olie dan Bibit minyak wangi dilarutkan ke dalam vaslin yang sudah mencair,
       kemudian diaduk-aduk sampai merata.

Semoga bermanfaat...

Cara membuat 
Minyak Rambut Hair Cream
Additional News

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

   1. Stearic acid .............................. 50 gram
   2. Minyak parafin ......................... 300 cc
   3. Tritanolamine ............................. 5 cc
   4. Glycerine ................................. 40 cc
   5. Air bersih ............................... 100 cc
   6. Bibit minyak wangi ...................... 5 cc

Alat-alat yang dipergunakan :

   1. 1 (satu) kompor.
   2. 2 (dua) panci email.
   3. 1 (satu) centong kayu (yang kecil).
   4. 1 (satu) sendok makan.

Cara pembuatan :

   1. Stearic acid dan Minyak parafin dipanaskan api sampai mencair (mendidih) - (a).
   2. Tritanolamine, Glycerin, dilarutkan ke dalam air bersih pada tempat tersendiri,
       diaduk sampai merata - (b).
   3. Hasil cairan (a), yang sudah mendidih diangkat dari perapian, kemudian dituangkan
       pada hasil larutan (b), diaduk secepatnya sampai percampuran tersebut berbentuk
       seperti pasta gigi.
   4. Kalau sudah mengental seperti pasta gigi, lalu larutkan parfum, sambil diaduk
       supaya merata.

Keterangan : Dalam pembuatan tersebut, kalau bisa diusahakan jangan memakai panci yang dibuat dari alumunium, karena panci tersebut kalau terlalu panas, dapat menimbulkan hangus atau pancinya terbakar.

Semoga bermanfaat...

Cara membuat Sabun Mandi
Additional News

Bahan-Bahan yang dibutuhkan :

   1. Minyak atau Lemak – Hampir semua minyak / lemak alami bisa dibuat menjadi
       sabun. Cari yang mudah saja seperti: Minyak Kelapa, Minyak Sawit,
       Minyak Zaitun, Minyak Jagung, Minyak Kedelai…
   2. NaOH / KOH – Untuk mengubah minyak / lemak menjadi sabun. Bisa beli di toko
       bahan kimia, ambil yang teknis saja.
   3. Air – Sebagai katalis/pelarut. Pilih air sulingan atau air minum kemasan. Air dari
       pam tidak bagus, banyak mengandung mineral.
   4. Essential dan Fragrance Oils – Sebagai pengharum. Beli di toko bahan kimia atau
       lainnya.
   5. Pewarna – Untuk mewarnai sabun. Bisa juga memakai pewarna makanan.
   6. Zat Aditif – Rempah, herbal, talk, tepung kanji/maizena dapat ditambahkan
       pada saat “trace”.

Alat-alat yang dibutuhkan :

   1. Sebuah masker sederhana - Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.
   2. Kacamata - Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.
   3. Sepasang sarung tangan karet - Dipakai selama pembuatan sabun.
   4. Botol plastik - Untuk wadah air.
   5. Timbangan dapur (dengan skala terkecil 1 atau 5 gram).
   6. Kantong plastik kecil - Untuk menimbang NaOH/KOH.
   7. Sendok stainless steel atau plastik-polipropilen - Untuk menuangkan NaOH / KOH
       dan mengaduknya.
   8. Wadah dari gelas atau plastik-polipropilene - Untuk tempat larutan NaOH/KOH
       dengan air.
   9. Wadah dari plastik - Untuk menimbang serta tempat air dan minyak.
  10. Kain - Untuk menutup cetakan setelah diisi sabun.
  11. Plastik tipis - Untuk melapisi cetakan.
  12. Cetakan.
  13. Blender dengan tutupnya.
  14. Kain - Untuk menutup blender.

Cara pembuatan :

   1. Siapkan cetakan. Cetakan bisa apa saja. Bisa loyang yang diminyaki, baki plastik
       yang dialasi plastik tipis atau pipa PVC yang diminyaki. Siapkan cetakan yang cukup
       untuk menampung semua hasil pembuatan sabun.
      Cetakan: Untuk cetakan anda bisa menggunakan kayu atau karton yang dilapisi
      plastik tipis, bahkan pipa PVC bisa dipakai. Jika menggunakan pipa PVC tutup
      bagian bawah dengan plastik yang diikat dengan karet gelang, semprotkan minyak
      ke dalamnya, tuangkan hasil sabun. Setelah mengeras buka tutupnya, dorong lalu
      potong akan menghasilkan sabun yang bulat.

2 (dua) Resep Sabun Cair :

Resep#1 - sabun cair
340 g Minyak Sawit
170 g Minyak Kelapa
50 g Minyak Zaitun
122 g KOH – Kalium hidroksida + 250 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)

Recipe#2 - sabun cair
340 g Soybean Oil
80 g Coconut Oil
60 g Palm Oil
60 g Corn Oil
109 g KOH - Kalium hidroksida + 230 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)

2 (dua) Resep Sabun Padat :

Resep#1 - sabun padat
235 g Minyak Zaitun
150 g Minyak Kelapa
100 g Minyak Sawit
74 g NaOH – Natrium hidroksida + 210 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)

Resep#2 - sabun padat
250 g Minyak Sawit
140 g Minyak Kelapa
100 g Minyak Jagung
75.5 g NaOH – Natrium hidroksida + 210 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)

1. Timbang air dan NaOH / KOH, sesuai dengan Resep. Larutkan NaOH / KOH
    ke dalam air sejuk / dingin (Jangan menggunakan wadah aluminium. Gunakan stainless
    steel, gelas pyrex atau plastik-poliproplen). Jangan menuangkan air ke NaOH / KOH.
    Tuangkan NaOH / KOH ke dalam air sedikit demi sedikit. Aduk higga larut.
    Pertama-tama larutan akan panas dan berwarna keputihan. Setelah larut semuanya,
    simpan di tempat aman untuk didinginkan sampai suhu ruangan. Akan didapatkan
    larutan yang jernih.
2. Timbang minyak (Minyak Kelapa, Minyak Sawit, Minyak Zaitun, Minyak Jagung,
    Minyak Kedelai...) sesuai dengan Resep.
3. Tuangkan minyak yang sudah ditimbang ke dalam blender.
4. Hati hati tuangkan larutan NaOH / KOH ke dalam minyak.
5. Pasang cover blender, taruh kain di atas cover tadi untuk menghindari cipratan
    dan proses pada putaran terendah. Hindari jangan sampai menciprat ke muka atau
    badan anda. Hentikan blender dan periksa sabun untuk melihat tahap “trace”. “Trace”
    adalah kondisi dimana sabun sudah terbentuk dan merupakan akhir dari proses
    pengadukan. Tandanya adalah ketika campuran sabun mulai mengental. Apabila
    disentuh dengan sendok, maka beberapa detik bekas sendok tadi masih membekas,
    itulah mengapa dinamakan “trace”.
6. Pada saat “trace” tadi anda bisa menambahkan pengharum, pewarna atau aditif. Aduk
    beberapa detik kemudian hentikan putaran blender.
7. Tuang hasil sabun ini ke dalam cetakan. Tutup dengan kain untuk insulasi. Simpan
    sabun dalam cetakan tadi selama satu hingga dua hari. Kemudian keluarkan dari
    cetakan, potong sesuai selera. Simpan sekurang-kurangnya 3 minggu sebelum dipakai.

Semoga bermanfaat ...



Cara membuat Sabun Cuci/Batangan
Additional News

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

   1. Caustic soda .................................. 225 gram
   2. Minyak kelapa ............................... 650 cc
   3. Minyak serai .................................... 30 cc
   4. Bahan warna ................................. secukupnya
   5. Air bersih ...................................... 500 cc
   6. Soda ash/soda-abu ...   .................. 150 gram

Alat-alat yang dipergunakan :

   1. 2 (dua) panci email.
   2. 2 (dua) ember plastik.
   3. 2 (dua) pengaduk dari kayu.

Cara pembuatan :

   1. Caustic soda dilarutkan dengan air, kemudian dibiarkan selama kira-kira 12 jam - (a)
   2. Bahan warna dilarutkan pada hasil larutan (a), diaduk sampai bahan warna itu merata,
       kemudian hasil tersebut dimasukkan pada Minyak kelapa dan diaduk secepatnya
       sampai mengental seperti bubur.
   3. Untuk menghilangkan bau rangsang yang tidak enak, Minyak serai dilarutkan,
       kemudian diaduk-aduk sampai merata.

Keterangan : Dalam pembuatan sabun ini jangan memakai tempat yang dibuat dari alumunium, baik panci maupun pengaduknya. Karena Alumunium disamping mudah luntur, juga dapat rusak apabila terkena larutan caustic soda. Untuk menghindari ibahaya dari Caustic soda, pakailah sarung tangan atau sapulah sampai kering air/keringat yang melekat pada tangan. Karena Caustic soda tersebut akan gatal dan panas apabila kena air. Yang dimaksud dengan bahaya, bukannya menimbulkan kematian, tetapi kulitnya dapat terkelupas apabila tersentuh Caustic soda.

Semoga bermanfaat...


Cara membuat Sabun Cream Deterjen
Additonal News

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

   1. Caustic soda ................................ 50 gram
   2. STTP ........................................... 50 gram
   3. CMC ........................................... 30 gram
   4. Soda ash..................................... 100 gram
   5. ABS .......................................... 300 gram
   6. Bahan warna ............................ secukupnya
   7. Air ............................................. 600 cc (2,5 gelas)
   8. Bibit minyak wangi ......................... 5 cc
   9. Caoline ........................................ 50 gram

Cara pembuatan :

   1. CMC dilarutkan pada ABS, diaduk dampai kental seperti asam belerang, dalam
       suatu tempat yang dibuat dari plastik atau email - (a).
   2. Cautic, STTP, Soda ash, Bahan warna dilarutkan dalam air, kemudian diaduk
       secepatnya sehingga merata, dan dalam pengadukannya memerlukan waktu
       kira-kira 5 menit - (b).
   3. Larutan (b) yang sudah berbentuk cairan dimasukkan pada hasil larutan (a),
       kemudian diaduk sehingga busanya naik, kalau sudah halus, masukkanlah caoline
       sedikit demi sedikit, sambil diaduk-aduk supaya tidak ada tepung yang kristal - (c).
   4. Yang terakhir, Bibit minyak wangi dilarutkan pada percampuran (c) dan diaduk
       sekali lagi supaya betul-betul merata.

Keterangan mengenai kepanjangan dan nama bahan kimia tersebut diatas :

   1. STTP = Sodium Try Poly Pospat.
   2. CMC = Carboxil Mettyl Calycus Celolose.
   3. ABS = Alkyl Benzoat Sulfa. (ABS juga ada sebagian orang menyebutnya dengan marion).

Semoga bermanfaat...

Cara membuat Sabun Cream yang bentuknya agak Bening
Additional News

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

   1. Caustic soda/soda api ............................... 50 gram
   2. STTP (Sodium Try Poly Pospat) ............. 100 gram
   3. Cme ....................................................... 200 gram
   4. Cmc (Carboxil Mettyl Calycus celolose) ... 200 gram
   5. Water glass ............................................. 300 gram
   6. Bahan warna ......................................... secukupnya
   7. Soda ash/soda abu .................................. 200 gram
   8. ABS (Alkyl Benzoat Sulfa) .......................... 1 kg
   9. Bibit minyak wangi .................................... 10 cc
  10. Air panas ................................................... 1 liter
  11. Air dingin ................................................... 5 liter

Alat-alat yang dibutuhkan :

   1. 3 (tiga) ember plastik yang isinya kira2 8 liter.
   2. 2(dua) centong kayu.
   3. Gelas ukuran/Gelas biasa.

Cara pembuatannya :

   1. Cme dan caustic soda dilarutkan dengan air panas 1 liter, kemudian aduklah
       sampai halus dan merata (a).
   2. Cmc dan ABS dicampur jadi satu kemudian diaduk sampai kental (b).
   3. STTP, Sida Ash, Water glass, kesumba dilarutkan dengan air dingin sebanyak 5 liter
       dan diaduk-aduk sampai rata (c).
   4. Hasil larutan (a), (b) dan (c) dicampur jadi satu, kemudian diaduk-aduk sampai
       merata. Apabila warna kuning sudah nampak, larutkanlah bibit munyak wangi dan
       aduklah sekali lagi supaya parfumnya merata.

semoga bermanfaat...


Cara membuat Pasta Gigi (Odol)
Additional News

Bahan yang dibutuhkan :

   1. Sodium lauril sulfat .................................. 50 gram
   2. Glycerine .............................................. 250 cc
   3. Magnesium carbonat ............................. 100 gram
   4. Calcium carbonat .................................. 100 gram
   5. Minyak pisang ambon ............................. 10 cc
   6. Minyak peppermint ................................... 5 cc

Alat..-alat yang dibutuhkan :

   1. 2 (dua) panci email
   2. 1 (satu) centong (sendok)

Cara pembuatannya :

   1. Sodium lauril sulfat dilarutkan pada Glycerine, sambil diaduk sampai merata (a).
   2. Magnecium carbonat dan Calcium Carbonat dicampur jadi satu pada tempat
       yang lain (b).
   3. Hasil percampuran tepung tersebut di atas, dilarutkan pada larutan (a) sedikit demi
       sedikit sampai merata.
   4. Kalau percampuran tersebut sudah mengental dan halus, minyak pisang ambon dan
       minyak pepermint dilarutkan, dan diaduk sekali lagi sehingga betul-betul
       halus/matang.

Keterangan : Sodium lauril sulfat selain dipergunakan untuk pembuatan pasra gigi (odol), juga dapat dipergunakan untuk pembuatan sampo, baik cair maupun tepung dan sebagai pengganti sodium lauril sulfat juga dapat menggunakan SAPO VEREDIS atau sabun lembek/sabun hijau yang bentuknya seperti vaslin kuning tetapi agak kehijau-hijauan.

Semoga bermanfaat...


Cara membuat Minyak Angin
Additional News

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

   1. Menthol Kristal ................................... 10 gram
   2. Camfer Kristal ...................................... 5 gram
   3. Minyak Ganda Pura .......................... 150 cc
   4. Minyak Permint ..................................... 5 cc
   5. Kleur Olie ......................................... secukupnya
   6. Bibit Minyak Wangi ............................... 3 cc

Alat-Alat yang dipergunakan :

   1. 2 (dua) gelas.
   2. 2 (dua) sendok makan.
   3. Kain tipis untuk menyaring.

Cara Pembuatannya :

   1. Menthol Kristal dan Camfer Kristal dimasukkan ke dalam gelas, kemudian
       dihancurkan sampai mencair (alat yang dipergunakan untuk menghancurkan
       adalah dengan sendok makan atau sendok teh - (a).
   2. Minyak Permint dan Kleur Olie dilarutkan pada Minyak Gandapura, kemudian
       diaduk-aduk sampai merata - (b).
   3. Hasil (b) dimasukkan pada cairan (a) supaya bercampur - (c).
   4. Akhirnya bibit Minyak Wangi dilarutkan pada hasil (c), kemudian diaduk lagi
       sampai betul-betul merata. Agar tidak ada endapan (dari sisa-sisa menthol Camfer,
       sebaiknya disaring dengan kain yang tipis.

Keterangan : Dalam pembuatannya harus diperhatikan mengenai perbandingan, sehingga tidak menimbulkan efek sampingan yang tidak diinginkan. Misalnya untuk anak kecil dibawah umur 7 tahun, supaya tidak terlalu panas Minyak Permint dapat dikurangi 2-3 cc, tetapi kalau untuk anak 7 tahun keatas Minyak Permint-nya tidak usah dikurangi.

Semoga bermanfaat...


Cara membuat Obat Gosok (Balsem)
Additional News

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

   1. Cera Alba / Malam Tawon ...................... 25 gram
   2. Vaslin Kuning ..................................... 100 gram
   3. Minyak Ganda Pura ............................... 10 cc
   4. Minyak Cengkeh ................................... 10 cc
   5. Menthol Kristal ..................................... 10 gram
   6. Camfer Kristal ...................................... 10 gram
   7. Minyak Permint ...................................... 5 cc

Alat-alat yang dipergunakan :

   1. 1 (satu) kompor.
   2. 1 (satu) panci email.
   3. 1 (satu) centong kayu yang kecil.
   4. 2 (dua) sendok makan.

Cara pembuatannya :

   1. Cera Alba / Malam Taxon dan Vaslin Kuning dipanaskan dalam api sampai
       mencair - (a).
   2. Minyak Gandapura, Minyak Cengkeh, Minyak Permint dilarutkan dalam gelas,
       kemudian diaduk-aduk sampai merata - (b).
   3. Menthol Kristal dan Camfer Kristal dihancurkan dalam gelas, sampai mencair - (c).
   4. Hasil percampuran (b) dan hasil percampuran (c) dilarutkan pada hasil
       percampuran (a), kemudian diaduk-aduk sampai merata dan diturunkan
       dari perapian.

Keterangan : Alat yang dipergunakan untuk memanaskan Cera Alba dan Vaslin Kuning jangan memakai panci yang terbuat dari Alumunium, karena Alumunium mudah hangus/terbakar apabila terlalu panas. Jadi usahakanlah memakai panci dari bahan email.

Semoga bermanfaat...

Cara membuat 
Minyak Gosok sejenis Vick
Additional News

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

   1. Stearic Acid .................................... 100 gram
   2. Cera Alba ......................................... 10 gram
   3. Minyak Parafin ................................ 100 cc
   4. Minyak Gandapura ............................ 30 cc
   5. Minyak Kayu Putih ............................ 10 cc
   6. Menthol Kristal ................................. 10 gram
   7. Camfer Kristal .................................. 10 gram

Alat-alat yang dibutuhkan :

   1. 1 (satu) kompor.
   2. 1 (satu) panci email.
   3. 1 (satu) centong kayu yang kecil.
   4. 2 (dua) sendok makan.

Cara pembuatannya :

   1. Stearic Acid dan Cera Alba dilarutkan pada Minyak Parafin, lalu dipanaskan
       sampai mencair - (a).
   2. Minyak Kayu Putih, Minyak Gandapura dilarutkan dalam tempat tersendiri - (b).
   3. Menthol Kristal dan Camfer Kristal dilarutkan pada cairan (a), sambil diaduk
       sampai merata - (c)
   4. Hasil percampuran (c) diturunkan dari perapian, lalu baru percampuran (b)
       dimasukkan kemudian
       diaduk sampai merata. Kalau sudah agak mengental, masukkan ke dalam botol,
       kemudian ditutup yang rapat sehingga baunya tidak menguap.

Keterangan : Stearic Acid ada 2 (dua) macam bentuk, ada yang tepung dan ada yang kristal seperti lilin, tetapi kedua jenis ini fungsinya sama, perbedaannya soal bentuk dan produksi saja. Kalau yang kristal buatan Indonesia (lokal), tetapi kalau yang tepung buatan Jepang (import). Dan juga, jangan menggunakan panci aluminium, karena mudah hangus/terbakar bila terlalu panas.

Semoga bermanfaat...


Cara membuat Obat Kutu Busuk
Additional News

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

   1. Sapo Veridis/Sabun Lembek ................. 25 gram
   2. Air mendidih ........................................ 150 cc
   3. Alkohol ................................................. 50 cc
   4. Kapur Barus ......................................... 25 gram
   5. Obat Pembasmi Hama .......................... 30 cc

Alat-alat yang dibutuhkan :

   1. Alat penumbuk.
   2. 2 (dua) ember plastik.
   3. 1 (satu) kayu/bambu yang sudah dihaluskan atau centong kayu yang kecil

Cara pembuatannya :

   1. Sapo Veridis dilarutkan dalam air panas, kemudian diaduk sampai berbusa - (a).
   2. Kapur Barus ditumbuk sampai halus, kemudian dilarutkan dalam alkohol - (b).
   3. Hasil larutan (b), dimasukkan pada hasil larutan (a), dan diaduk-aduk sampai merata
   4. Kalau sudah merata, Obat Pembasmi Hama dilarutkan, kemudian aduk
       perlahan-lahan supaya obat tersebut meresap.

Keterangan : Sapo Veridis ini juga lebih dikenal dengan nama Sabun Lembek atau Sabun Hijau, tetapi hal ini kadang-kadang ada yang menafsirkan bahwa Sabun Lembek itu sama dengan Sabun Colek yang dipergunakan untuk mencuci, jadi penafsiran tersebut salah, karena Sabun Hijau bentuknya seperti Vaslin Kuning tetapi agak kehijauan dan mengenai Obat Pembasmi Hama dari tepung DDT, obat ini sudah dilarang pemakaiannya, karena ada gangguan sampingan, yang dapat mengganggu pernafasan dan paru-paru.

Jenis-jenis Obat Pembasmi Hama :

   1. Agration Ambithion.
   2. Anodrin Bayrusil.
   3. Diazinon.
   4. Demecron.
   5. Depterex.
   6. Folithion.
   7. Malathion.
   8. Toxaphene.
   9. Thiodan.
  10. Sumithion.

Bahan-bahan tersebut diatas dijual di toko bahan kimia dan apotik atau di kantor pertanian bagian ilmu tumbuh-tumbuhan.

Semoga bermanfaat...


Cara membuat Obat Nyamuk
Additional News

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

   1. Obat Pembasmi Hama ...................... 10 cc
   2. Air Bersih .................................... 150 cc

Alat-alat yang dipergunakan :

   1. 1 (satu) ember plastik.
   2. 1 (satu) centong kayu.

Cara pembuatannya :

   1. Obat Pembasmi Hama dilarutkan kedalam Air Bersih, kemudian diaduk-aduk
       sampai merata.

Keterangan : Obat Pembasmi Hama dari tepung DDT, obat ini sudah dilarang
                    pemakaiannya, karena ada gannguan sampingan, yang dapat mengganggu
                    pernafasan dan paru-paru.

Jenis-jenis Obat Pembasmi Hama :

   1. Agration Ambithion.
   2. Anodrin Bayrusil.
   3. Diazinon.
   4. Demecron.
   5. Depterex.
   6. Folithion.
   7. Malathion.
   8. Toxaphene.
   9. Thiodan.
  10. Sumithion.

Bahan-bahan tersebut diatas dijual di toko bahan kimia dan apotik atau di kantor pertanian bagian ilmu tumbuh-tumbuhan.

Semoga bermanfaat...


Cara membuat Pelitur
Additional News

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

   1. Sirlak ........................................ 50 gram
   2. Spirtys ..................................... 600 cc
   3. Amonia Liquide ......................... 40 cc
   4. Minyak Cat ............................. 100 cc
   5. Bahan Warna ........................... secukupnya

Alat-alat yang dibutuhkan :

   1. 2 (dua) tempat bekas cat
   2. Sebilah kayu/bambu yang sudah dihaluskan untuk mengaduk.

Cara pembuatannya :

   1. Sirlak dilarutkan dalam Spirtus - (a).
   2. Amonia Liquide dilarytkan pada hasil larutan (a) dan tuangkanlah Minyak Cat,
       Bahan Warna, kemudian diaduk-aduk sampai merata.

Keterangan :  Dalam pembuatan Pelitur, diperlukan cuaca/udara panas, karena dengan
                     udara yang panas hasilnya lebih baik dan mengkilat.

Semoga bermanfaat...


Cara membuat Vernikkel
Additional News

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

   1. Acidum Hidrocloricum ............... 100 cc
   2. Bubuk Besi .................................... 1 gram
   3. Nikkel .......................................... 10 gram
   4. Timah Putih .................................... 3 gram
   5. Acidum Sulfuricum .......................... 3 cc

Alat-alat yang dipergunakan :

   1. Ember plastik dan kayu

Cara pembuatannya :

   1. Bubuk Besi, Nikkel, Timah Putih dilarutkan pada Acidum Hidrocloricum, lalu
       diaduk-aduk sampai merata -(a).
   2. Acidum Sulfuricum dilarutkan pada hasil percampuran (a) yang sudah merata.
   3. Yang akan di Vernikkel dibersihkan terlebih dahulu supaya mengkilap.

Keterangan : Acidum Hidrocloricum ini sama dengan Air Keras, yang dipergunakan untuk
                    mematri. Jadi bahan tersebut dijual di toko besi .

Semoga bermanfaat...


Cara membuat Dempul Besi
Additional News

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

   1. Belerang ................................. 50 gram
   2. Tepung Cat ............................. 50 gram
   3. Borax ..................................... 10 gram
   4. Asam Belerang ......................... secukupnya

Alat-alat yang dipergunakan :

   1. 2 (dua) tempat bekas cat.
   2. Sebilah kayu/bambu yang sudah dihaluskan untuk mengaduk.

Cara pembuatannya :

   1. Tepung Cat dan Borax dilarutkan pada Asam Belerang, lalu diaduk-aduk sampai
       basah merata.
   2. Kalau sudah merata, Belerang dilarutkan, kemudian diaduk-aduk lagi sampai
       betul-betul merata.

Keterangan : Dalam mempergunakan dempul ini, terlebih dahulu besi yang akan
                    didempul harus dibersihkan sampai bersih.

Semoga bermanfaat...


Cara membuat Kertas Gosok
Additional News

Bahan-bahanyang dibutuhkan :

   1. Minyak Pernis .......................... 1 liter
   2. Minyak Cat ............................. 1 liter
   3. Batu Kambang ......................... secukupnya

Cara pembuatannya :

   1. Minyak Cat dilarutkan pada Minyak Pernis sambil diaduk-aduk sampai merata - (a)
   2. Batu Kambang ditumbukk, kemudian disaring dang diambil tepungnya.
   3. Kertas yang akan dipergunakan disapu dengan larutan (a), sampai merata.
   4. Tepung Batu Kambang ditaburkan pada kertas yang sudah disapu dengan larutan (a)
       kemudian dikeringkan ditempat yang panas dan bersih.

Keterangan :  Usahakan dalam pembuatan ini tidak memakai tempat yang dibuat dari
                     Aluminium dan mengenai bahan-bahan yang dipergunakan hanya
                     disediakan pada toko besi.

Semoga bermanfaat...

Cara membuat 
Calcarium (Kapur Tembok)
Additional News

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

    * Air Kapur Sirih ................................. 1 liter
    * Minyak Terpentin ............................. 150 cc
    * Lim Kayu yang dicairkan .................... 150 cc
    * Tepung Terigu ................................ 100 gram
    * Bahan Warna .................................. secukupnya

Alat-alat yang dipergunakan :

    * 1 (satu) Ember Plastik/Seng
    * 1 (satu) Kayu/Bambu untuk mengaduk

Cara Pembuatannya :

    * Tepung Terigu, Lim Kayu dilarutkan dalam Kapur Sirih sambil diaduk-aduk sampai
       merata (a).
    * Bahan Warna dilarutkan pada Minyak Terpentin (b).
    * Hasil percampuran (b), dimasukkan pada larutan (a), kemudian diaduk-aduk sampai
       halus dan merata.

Keterangan :

    * Untuk membuat Air Kapur Sirih yaitu dengan melarutkan Kapur/Gamping
       kedalam air, kemudian diendapkan terlebih dahulu supaya airnya bersih.
    * Perhatikanlah Kapur/Gamping jangan sampai tersentuh dengan tangan, karena kulit
       dapat terkelupas.

Semoga bermanfaat...


Cara membuat 
Semir Sepatu Berwarna
Additional News

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

    * Cera Alba (Malam Tawon) ............. 50 gram
    * Gondo Rukem .............................. 10 gram
    * Sabun ....................................... 10 gram
    * Minyak Terpentin ......................... 150 cc
    * Kleur Olie ................................... secukupnya

Alat-alat yang dipergunakan :

    * 1 (satu) Kompor
    * 1 (satu) Panci Email
    * Beberapa buah bekas Semir Sepatu
    * Kayu/Bambu untuk Mengaduk

Cara Pembuatannya :

    * Cera Alba, Gondo Rukem dan Sabun dipanaskan dengan api sampai mencair (a).
    * Kleur Olie dilarutkan pada Minyak Terpentin, kemudian diaduk sampai merata (b).
    * Percampuran (b) dimasukkan pada Percampuran (a), kemudian diaduk
       sampai merata. Kalau sudah merata turunkanlah dari perapian, kemudian
       masukkanlah dalam tempat yang bersih.

Keterangan :

    * Cera Alba ini namanya banyak sekali. Jadi andaikata membeli bahan tersebut,
       cukup dengan nama yang mudah, yaitu: Malam Tawon. Kegunaan Malam Tawon
       ini banyak sekali, disamping untuk membuat semir sepatu, dipergunakan pula untuk
       pembuatan minyak gosok yang Cream dan Bahan Warna dari Semir Sepatu yaitu:
       Kleur Olie, yang hanya dapat larut kedalam minyak dan tidak dapat larut kedalam air

Semoga bermanfaat..


Peluang  Usaha  
Pembuatan Tepung Ikan
Additional News

Sebagai negara dengan wilayah perairan yang luas, hasil perikanan tentunya sangat berkelimpahan. Banyak sudah jenis pemanfaatan hasil perikanan tersebut. Namun demikian dengan jumlah yang demikian banyakknya masih terdapat beberapa hasil yang tidak terolah, seperti ikan-ikan dengan ukuran kecil ataupun jenis ikan yang kurang disukai untuk konsumsi ataupun ekspor. Dari bahan-bahan tersebut sebenarnya, masih ada peluang usaha yang dapat dikembangkan, yaitu pemanfaatan ikan untuk bahan baku pakan dengan pengolahan menjadi tepung ikan. Kandungan protein dan mineral yang tinggi menjadikan tepung ikan ini sangat baik untuk digunakan sebagai bahan baku pakan dan memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi usaha pembuatan tepung ikan.

Tepung ikan adalah produk berkadar air rendah yang diperoleh dari penggilingan ikan. Pengolahan ikan menjadi tepung ikan tidak sulit dilakukan. Usaha pengolahan tepung ikan dapat dilakukan dengan biaya yang tidak terlalu besar. Secara umum, pembuatan tepung ikan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : Cara basah, cara kering dan cara penyulingan. Dari ketiga cara di atas, cara kering paling cocok dilakukan untuk industri kecil karena lebih sederhana dan lebih murah. Oleh karena hal tersebut, lebih lanjut hanya akan membahas proses pembuatan tepung ikan dengan cara kering.

BAHAN
Ikan. Berbagai jenis ikan laut dapat diolah menjadi tepung ikan. Akan tetapi yang paling ekonomis adalah ikan-ikan kecil (rucah) yang kurang disukai untuk dikonsumsi dan harganya relatif murah.

PERALATAN

Peralatan yang digunakan dalam pembuatan tepung ikan disini adalah alat-alat yang sederhana dan umum digunakan dalam berbagai macam industri kecil yaitu :

    * Penggiling ikan. Alat ini digunakan untuk menggiling ikan basah dan bubur
       kering ikan.
    * Alat pengering. Alat ini digunakan untuk mengeringkan ikan sehingga
       kadar air mencapai 8%.
    * Alat press. Alat ini digunakan untuk mempres ikan kering sehinga sebagian
       lemaknya keluar.

CARA PEMBUATAN

Cara pengolahan ikan menjadi tepung ikan melalui beberapa tahapan yaitu :

   1. Pengilingan Ikan Basah
       Pengilingan ikan basah dilakukan terhadap ikan yang berukuran sedang dan besar.
       Ikan-ikan yang berukuran kecil (ter) tidak harus digiling, dan proses ini tidak harus
       dilakukan. Ikan berukuran sedang dan besar, perlu dibuang jeroannya, dan dicuci.
       Sedangkan untuk ikan yang berukuran kecil, pembuangan jeroan dan pencucian tidak
       perlu dilakukan. Ikan digiling dengan penggiling ulir sehingga diperoleh bubur
       mentah ikan.
   2. Pengukusan.
       Bubur ikan hasilmgilingan pada tahap pertama atau ikan kecil dikukus dengan
       uap panas selama 1 jam sehingga bubur atau ikan kecil menjadi matang secara
       sempurna. Hasil pengukusan disebut dengan bubur matang ikan.
   3. Pengeringan
       Bubur matang ikan dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air sekitar 8%.
       Hasil pengeringan disebut cake kering ikan. Cake kering ikan mempunyai kadar
       lemak tinggi (di atas 30%).Pengeringan dengan sinar matahari memerlukan waktu
       yang lama dan tidak menentu sehingga kurang efektif untuk
      dilakukan dan hasil akhir kadar air pada cake ikan juga kurang terukur.
   4. Pemerasan Minyak
       Cake kering ikan diperas dengan alat pres sehingga sebagian dari minyak keluar.
       Proses ini berguna agar tepung yang dihasilkan menjadi lebih kering
       sehingga tahan lama.
   5. Penggilingan Cake
       Cake yang telah dipres digiling dengan mesin penggiling sehingga diperoleh
       tepung ikan yang cukup halus (lolos ayakan 40-60 mesh).
   6. Pengemasan
       Tahapan terakhir dari proses pembuatan tepung ikan yaitu tepung ikan dikemas
       di dalam karung plastik atau di dalam wadah yang kedap uap air. Sebelum
       pengemasan, dipastikan kadar air tepung harus di bawah 8% sehingga tepung
       ikan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Tepung ikan yang sudah dikemas siap untuk dipasarkan. Dengan demikian bahan-bahan yang sebelummnya tidak terpakai seperti ikan-ikan kecil dan ikan yang kurang layak dikonsumsi dapat dijadikan sebuah peluang usaha yang menjanjikan.


Pembuatan Nata De pina
Additional News

Nata merupakan selulosa yang dibentuk oleh bakteri Acetobacter xylinum, berkalori rendah, kadar serat 2,5 %, dan memiliki kadar air 98 %. Serat yang ada dalam nata tersebut sangat penting dalam proses fisiologis, bahkan dapat membantu para penderita diabetes dan memperlancar pencernaan makanan atau dalam saluran pencernaan. Oleh karena itu dapat dipakai sebagai sumber makanan kalori rendah dan untuk keperluan diet Bahan baku yang sudah umum digunakan sebagai media untuk membuat nata adalah air kelapa, yang produknya dikenal dengan nama nata de coco. Nata juga dapat dibuat dengan bahan-bahan media lainnya yang cukup mengandung gula. Gula yang terkandung dalam bahan tersebut dapat dimanfaatkan oleh A. Xylinum untuk membentuk nata.

Bahan-bahan yang bisa digunakan sebagai media tersebut antara lain adalah kedelai (nata de soya), tomat (nata de tomato) dan nanas (nata de pina) . Pada prinsipnya medium nata adalah cairan yang mengandung gula, oleh karena itu limbah buah-buahan , termasuk limbah nenas juga bisa digunakan sebagai medium nata depina. Selain buahnya, limbah nanas juga dapat dipakai sebagai bahan baku nata de pina

a. Bahan

    * Gula pasir
    * Asam cuka
    * Cairan bibit atau kultur murni nata (dapat diperoleh dari kultur ampas nanas)
    * Sebagai alternatif bisa ditambahkan Amonium Phospat, (sumber nitrogen).

b. Alat

    * Pisau
    * Telenan
    * Panci
    * Blender/pemarut
    * Kompor
    * Kain saring
    * Pengaduk
    * Nampan

c. Cara Pembuatan nata de pina :

    * Bahan yang digunakan adalah buah atau limbah nanas yang berupa kulit, empulur
       dan mata nanas serta buah nanas masak optimum. Buah nanas dikupas dan
       dibersihkan mata serta empulurnya kemudian dicuci.
    * Bahan dihancurkan dengan blender dan dimasak sampai mendidih kemudian disaring
    * Hasil saringan ditambah gula 10 gram per liter dan sebagai alternatif bisa ditambahkan
       Ammonium Phospat 10 gram per 5 liter untuk memperkaya kandungan nitrogen
       dalam media, kemudian dididihkan lagi.
    * Setelah mendidih biarkan 10 menit dan ditambah asam cuka sebanyak 30 ml
       per liter atau sampai pH 4,5 kemudian dimasukkan ke dalam nampan plastik yang
       sudah distrilkan dengan cara dijemur atau dicuci dengan alkohol dan ditutup dengan
       kertas koran yang sudah disterilkan dengan cara diseterikan atau dioven dan diikat
       sampai rapat. Untuk starter / bibit nata dimasukkan ke dalam botol yang sudah
      disterilkan.
    * Setelah dingin atau 7 – 8 jam, cairan stater dimasukkan ke dalam nampan atau botol
       sebanyak 20 % dan ditutup kembali.
    * Biarkan selama 7 – 10 hari (fermentasi), setelah terjadi penggumpalan dinamakan
       pelikel dipotong-potong kecil, ditiriskan dan direndam dalam selama 2 – 3 hari
       untuk menghilangkan asamnya. Selama perendaman air sering diganti.
    * Potongan pelikel (nata) direbus selama 30 menit lalu ditiriskan.


Peluang Usaha 
Pembuatan Kerupuk Ampas Tahu
Additional News

Ampas tahu merupakan hasil sampingan yang diperoleh dari proses pembuatan tahu kedelai. Ampas ini biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak dan sebagian lainnya digunakan oleh beberapa masyarakat perdesaan untuk diolah menjadi bahan pembuat tempe gembus.

Mengingat kandungan protein dan lemak pada ampas tahu yang tinggi yaitu protein 8,66%; lemak 3,79%; air 51,63% dan abu 1,21%, maka sangat memungkinkan ampas tahu dapat diolah menjadi bahan makanan yang beragam variasinya. Sebagai gagasan yang “beda”, maka ampas tahu dapat dimanfaatkan menjadi kerupuk yang bernilai tambah lebih tinggi.

Ide yang sangat bagus ketika kita merintis usaha dengan mengolah bahan yang tidak bermanfaat bisa menghasilkan produk baru yang belum umum (jarang) di jumpai oleh masyarakat. Pemanfaatan limbah tahu ini tentunya diharapkan biaya produksi yang dikeluarkan dalam usaha pembuatan kerupuk bisa di minimalisir.

Oleh karena itu, pemanfaatan limbah tahu ini merupakan suatu gagasan peluang usaha yang cemerlang untuk merintis sebuah industri kecil (UKM) dengan biaya murah bagi masyarakat. Karena, bahan baku yang digunakan untuk pembuatan kerupuk ini adalah ampas tahu yang harganya sangat murah, mudah di dapat dan dapat diperoleh tanpa mengenal musim.

Pembuatan kerupuk ampas tahu mudah dilakukan. Dalam pembuatan kerupuk ampas tahu, bahan pencampur yang digunakan adalah  tepung tapioka sebagai pengikat ampas dan bumbu yang di gunakan adalah soda kue, pemutih makanan, garam, penyedap kaldu, monosodium glutamat, bawang putih dan ketumbar.

Untuk lebih lengkapnya berikut ini disampaikan resep pengolahannya:

Alat:

    * Baskom
    * Pengukus
    * Pengaduk
    * Kompor
    * Penggorengan
    * loyang
    * tampah

Bahan :

Bahan A

    * 1500 gr ampas tahu yang sudah dipress
    * 20 gr pemutih makanan
    * 20 gr soda kue
    * 15 gr garam
    * 2 bks penyedap kaldu
    * 5 gr monosodium glutamat
    * 25 gr bawang putih (dihaluskan)
    * 2 sdt ketumbar(dihaluskan)

Bahan B

    * 600 gr tepung tapioka

Cara Membuat :

    * Campurkan Ampas tahu +  pemutih makanan.
    * Tambahkan bahan A yang lain.
    * Tambahkan bahan B, campur dan diuleni.
    * Cetak dan padatkan pada loyang.
    * Lepaskan dari loyang, kukus sampai masak (1 – 2 jam).
    * Angin-anginkan sampai keras 3-5 hari dan iris tipis-tipis kemudian dikeringkan.
    * Goreng dalam minyak panas.


Sedapnya Bisnis Kecap Ampas Tahu
Additional News

Keberadaan ampas  tahu di  tanah air cukup melimpah, murah dan mudah didapat. Ampas  tahu merupakan  hasil  ikutan  dari  proses  pembuatan  tahu yang  banyak  terdapat  di  Indonesia,  khususnya  di  Pulau  Jawa. Oleh karena  itu  untuk  menghasilkan  ampas  tahu  tidak  terlepas  dari  proses pembuatan  tahu.

Potensi  ampas  tahu di Indonesia cukup  tinggi,  kacang  kedelai  di  Indonesia tercatat  pada  Tahun  1999 sebanyak  1.306.253  ton,  sedangkan  Jawa Barat sebanyak 85.988 ton.  Bila 50% kacang kedelai tersebut digunakan untuk membuat  tahu  dan  konversi  kacang  kedelai menjadi  ampas tahu sebesar  100-112%,  maka  jumlah  ampas  tahu  tercatat  731.501,5  ton secara  nasional dan  48.153  ton  di  Jawa  Barat.

Ampas ini biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak dan sebagian lainnya digunakan oleh beberapa masyarakat perdesaan untuk diolah menjadi bahan pembuat tempe gembus. Potensi  ampas tahu  cukup menjanjikan sebagai bahan makanan.

Ditinjau  dari  komposisi  kimianya  ampas  tahu  dapat  digunakan sebagai sumber protein. Mengingat kandungan protein dan lemak pada ampas tahu yang tinggi yaitu protein 8,66%; lemak 3,79%; air 51,63% dan abu 1,21%, maka sangat memungkinkan ampas tahu dapat diolah menjadi bahan makanan yang beragam variasinya. Sebagai gagasan ampas tahu dapat dimanfaatkan menjadi kecap yang bernilai tambah lebih tinggi.

Ampas (sisa) padat pengolahan tahu dapat diolah menjadi kecap. Cara pengolahannya sama dengan pengolahan kecap kedelai. Kecap yang dihasilkan dari ampas tahu sulit dibedakan aroma, rasa, dan warnanya dari kecap kedelai. Sehingga usaha ini cocok untuk usaha kecil berskala rumah tangga. Mau tahu cara pembuatan kecap dari ampas tahu? Berikut ini adalah cara pembuatan kecap dari ampas tahu.

Bahan

    * Ampas tahu
    * Garam.
    * Laru tempe.
    * Bumbu-bumbu.
    * Tapioka.

Peralatan

    * Wadah perendam.
    * Pengukus
    * Wadah fermentasi.
    * Tampah
    * Kompor
    * Kain penyaring
    * Botol
    * Alat penutup botol.

Cara Pembuatan

    * Penyiapan ampas tahu.  Ampas tahu direndam dengan air bersih selama 12 jam.
       Setelah itu bahan dipres dengan alat pres sehingga airnya keluar. Ampas yang telah
       berkurang airnya dikukus selama 60 menit, kemudian didinginkan di atas tampah
       sampai suam-suam kuku.

    * Fermentasi menjadi tempe gembus.  Ampas ditaburi laru tempe (1 gram untuk
       1 kg ampas), dan diaduk-aduk sampai rata.  Setelah itu ampas dihamparkan di atas
       tampah setebal 2 cm dan ditutup dengan daun pisang. Tampah diletakkan diatas
       para-para yang terhindar dari serangga dan cahaya matahari langsung selama
       4-5 hari sampai kapang cukup tebal menutupi tempe gembus.

    * Penjemuran tempe gembus.  Tempe gembus dipotong-potong 0,5 x 0,5 x 0,5 cm,
       kemudian dijemur atau dikeringkandengan alat pengering sampai kering
       (kadar air dibawah 12 %).

    * Penyiapan larutan garam 20%.  Untuk mendapatkan 1 liter larutan garam 20%
       dilakukan dengan cara berikut.  Garam sebanyak 200 gram ditambah dengan air
       sedikit demi sedikit sambil diaduk, sampai volumenya menjadi 1 liter.

    * Fermentasi garam.  Butiran tempe yang telah kering dimasukkan ke dalam larutan
       garam.  Tiap 1 kg butiran tempe kering membutuhkan 3 liter larutan garam.
       Perendaman dilakukan di dalam wadah perendam selama 10-15 minggu. Pada
       siang hari manakala langit tidak tertutup awan, atau tidak hujan, wadah
       dipindahkan ke udara terbuka , dan penutup wadah dibuka.

    * Ekstraksi kecap mentah.  Hasil fermentasi disaring dengan kain saring. Ampas
       diperas dengan kain saring atau dipres dengan mesin pres. Cairan kental hasil
       penyaringan dan pemerasan/ pres disatukan.  Cairan ini disebut dengan kecap
       mentah. Selanjutnya kecap mentah ditambah dengan air. Tiap 1 liter kecap mentah
       ditambah dengan 1 liter air.

    * Penyiapan bumbu.

   1. Keluwak, dan lengkuas digiling sampai halus,
   2. Gula merah disayat, kemudian digiling sampai halus, dan
   3. Sereh dipukul-pukul sampai memar.

    * Pembumbuan dan pemasakan kecap manis.  Cairan kecap dipindahkan ke panci,
       kemudian ditambahkan keluwak, lengkuas, sereh, daun salam. Kecap dipanaskan
       sampai mendidih.  Kecap yang masih panas disaring dengan kain saring.
       Bahan-bahan yang tertinggal di kain saring dibuang. Setelah itu, kecap ditambah
       dengan gula merah diaduk-aduk sampai seluruh gula larut.  Setiap 1 liter kecap
       ditambh dengan 750 gram gula merah.  Kecap ini disaring kembali.

    * Pengentalan.  Kecap yang telah dingin ditambah dengan tepung tapioka. Setiap
       1 liter kecap ditambah dengan 20 gram tapioka dan diaduk sampai rata.  Setelah
       itu kecap ini dipanaskan sampai mendidih sambil diaduk- aduk.

    * Penambahan pengawet.  Sebelum kecap diangkat dari api, natrium benzoate
       ditambahkan sebanyak 1 gram untuk setiap 1 liter kecap.
       Pembotolan.  Kecap yang telah dingin dikemas di dalam botol, kemudian ditutup
       rapat dan diberi label.


Pembuatan Kecap Ikan
Additional News

Kecap adalah cairan jernih berwarna coklat yang mempunyai bau dan rasa yang khas serta banyak mengandung nitrogen terlarut dan garam.  Kecap sebagai produk olahan sangat jarang atau bahkan tidak dikonsumsi secara langsung tetapi umumnya dijadikan bahan penyerta atau pemberi cita rasa pada masakan tertentu. Dengan demikian kecap berfungsi  penyedap masakan atau ditambahkan pada nasi.

Kecap yang beredar di masyarakat digolongkan menjadi kecap asin dan kecap manis.  Kecap asin mempunyai konsistensi yang encer, berwarna jernih dan mempunyai flavor seperti garam. Cita rasa yang khas ditimbulkan terutama berkaitan dengan senyawa-senyawa hasil biodegradasi protein yang berkombinasi dengan unsur-unsur gizi lain (lemak dan karbohidrat) yang terdapat dalam bahan makanan.  Kecap dapat dibuat dari ikan-ikan ekonomis atau non ekonomis, isi perut atau dari berbagai macam jenis kerang-kerangan misalnya  kupang.

Cara pembuatan kecap ikan tidak selalu sama.  Masing-masing mempunyai cara tersendiri tergantung selera, kebiasaan serta ketrampilan si pembuat.  Oleh karena itu kualitas produk yang dihasilkan juga berbeda-beda.  Selain secara fermentasi dengan penambahan garam, kecap ikan  dapat dibuat dengan cara hidrolisis enzimatis.  Penambahan enzim pada pembuatan kecap ikan  berfungsi untuk mempercepat hidrolisis protein.

Bahan dan Alat

Bahan :
Ikan, Enzim papain

Bumbu-bumbu :
Gula merah, Wijen, Laos, Pekak, Sereh, Ketumbar, Bawang putih, Kemiri, Daun salam

Alat-alat
Kompor, pisau, panci, blender, termometer, kain saring

Cara Pembuatan

1.    Daging ikan yang sudah dihancurkan sebanyak 50 g dimasukkan ke dalam wadah
       berisi 250 ml air
2.    Enzim dicampurkan dengan konsentrasi  0,6%
3.    Diinkubasi pada suhu 50˚C selama 32 jam
4.    Didiamkan selama 30 menit kemudian disaring dengan kain saring sehingga
       didapatkan hasil hidrolisa daging ikan yang siap dimasak
5.    Mencampur hasil hidrolisa daging ikan dengan bumbu yang sudah disangrai terlebih
       dahulu, dan memasaknya selama 15 menit.  Bumbu yan gditambahkan adalah gula
       merah, laos, sereh, bawang putih, daun salam, ketumbar, pekak, wijen, adas,
       dan kemiri.
6.   Setelah selesai pemasakan, kecap yang dihasilkan disaring.


Pembuatan Bakso Ikan
Additional News

A. Bahan Baku
Persyaratan bahan baku (ikan) yang terpenting adalah kesegarannya. Semakin segar ikan yang digunakan, semakin baik pula mutu bakso yang dihasilkan. Berbagai jenis ikan yang digunakan untuk membuat bakso, terutama ikan yang berdaging tebal dan mempunyai daya elastisitas, seperti tenggiri, kakap, cucut, bloso, ekor kuning dan lain-lain. Selain bahan baku dari ikan segar, bakso juga dapat dibuat dari produk yang sudah setengah jadi yang dikenal dengan nama Suzimi (daging ikan lumat).

B. Bahan Tambahan
Bahan tambahan pembuatan bakso ikan adalah tepung tapioka dan bumbu-bumbu
dengan komposisi sebagai berikut :
- Tapioka 10 – 15 %
- Garam 2 – 3 %
- Merica 0,5 %
- Bawang putih 2 %
- Bumbu masak 0,75 % (bila disukai)

C. Cara Pembuatan
1. Jika digunakan bahan baku dari ikan segar, perlu dilakukan pemisahan daging dari
    tulang-tulang dan durinya dengan cara menyayat memanjang pada bagian punggung
    hingga terbelah.
2. Ambillah bagian dagingnya dengan cara dikerok menggunakan sendok
3. Bersihkan hancuran daging tersebut dari komponen-komponen yang tidak
    di kehendaki (kulit, duri dan tulang)
4. Siapakan larutan garam (brine) dingin dengan perbandingan antara air, es dan ikan
    adalah 4 : 1 : 1 dan konsentrasi garam 0,2 – 0,3 %
5. Rendam hancuran daging ikan dalam larutan tersebut selama 15 menit sambil
    diaduk-aduk
6. Buanglah jika timbul lemak yang mengapung di permukaan
7. Lakukan pengepresan / pemerasaan dengan menggunakan kain kasa
8. Lakukan proses perendaman tersebut sebanyak 2 – 3 kali
9. Lumatkan daging ikan tersebut dengan cara ditumbuk dalam lumping atau
    menggunakan alat penggiling daging sambil diberi garam ( 2 – 3 %)
10. Haluskan bumbu-bumbu tersebut ke dalam daging lumat sambil diuleni dan masukkan
      tapioca sedikit demi sedikit
11. Aduk adonan sampai homogen dan tidak lengket di tangan
12. Untuk memperbaiki elastisitas dapat diberi putih telur satu butir untuk setiap 1 kg
      adonan
13. Lakukan pencetakan yaitu dengan membuat bola-bola kecil dengan cara adonan
      diletakkan pada telapak tangan, dikepal-kepal, kemudian ditekan sehingga akan
      keluar bola-bola bakso dari sela-sela jari dan telunjuk
14. Bola-bola bakso yang keluar dari kepalan itu diangkat dengan sendok dan sedikit
      diratakan
15. Masukkan ke dalam air hangat ( suhu + 40 C) biarkan selama 20 menit
16. Rebus dalam air mendidih sampai bakso mengapung sebagai tanda telah matang
17. Angkat bakso yang telah matang dan masukkan ke dalam air dingin (air es )
      + 15 menit
18. Angkat dan tiriskan

D. Penyajian
Bakso ikan data disajikan dalam bentuk rebusan dengan kuah atau digoreng sebagai makanan ringan. Jika disajikan dalam bentuk kuah perlu dipersiapkan kuahnya yaitu dengan merebus sisa-sisa penyiangan seperti kepala, tulang, kemudian diberikan bumbu yang telah dihaluskan (merica, bawang putih dan garam)
Sedangkan bumbu-bumbu penyedap kuah antara lain, bawang goreng, tongcai, saos tomat, cabe/sambal, kecap, cuka, sayur caisin.


Pembuatan Sosis Ikan
Additional News

Sosis ikan adalah salah satu olahan yang dibuat dari pasta ikan yang ditambah dengan bumbu-bumbu, kemudian dibungkus/dikemas dengan usus kambing atau pengemas lainnya yang biasa disebut “Casing”.

Jenis-jenis ikan yang dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat sosis ikan adalah ikan kakap, tenggiri, ekor kuning, taking-talang dan ikan remang. Di samping itu ada beberapa jenis ikan dasar yang merupakan hasil samping tangkapan udang (golongan trasfish) seperti bloso, selanget, kuniran, mata besar, tigawaja, dll.

Jenis-jenis ikan tersebut termasuk ikan yang harganya relatif murah, berkulit keras tetapi dagingnya mengandung protein yang sama dengan jenis ikan lain. Ikan yang berwarna putih/krem, bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan sosis ikan. Daging ikan dari golongan trasfish biasanya diolah menjadi surimi yang dapat digunakan sebagai bahan baku sosis ikan.
Bumbu-bumbu dan Bahan Penyerta

Bumbu-bumbu yang diperlukan untuk pembuatan sosis ikan adalah

   1. garam : 2,5 % – 3 %
   2. gula halus : 1,5 %
   3. merica/lada : 0,5 %
   4. minyak goreng : 2,5 % – 3 %
   5. bumbu masak : 0,7 %
   6. condiment : 2 %
      ( dibuat dari campuran bawang merah, bawang putih dan jahe dengan
        perbandingan 15 : 3 : 1 ).

Selain bumbu, digunakan juga bahan-bahan penyerta antara lain :

   1. tepung tapioca 10 %
   2. putih telur ( untuk 1 kg daging ikan digunakan 2 putih telur )
   3. usus kambing atau bahan casing lainnya sesuai kebutuhan
   4. es batu secukupnya

Persentase bumbu-bumbu dan bahan pembantu dihitung berdasarkan berat
daging ikan.
Cara Pembuatan Sosis Ikan

    * Pembuatan Adonan

Pertama-tama ikan difillet kemudian diambil dagingnya dan giling hingga lumat / halus. Kamudian tambahkan garam sedikit demi sedikit pada daging yang telah halus dan diaduk hingga merata.

Masukkan minyak goreng, aduk terus sampai tercampur rata. Tambahkan tepung tapioca sedikit demi sedikit sambil terus diaduk. Kemudian berturut-turut masukkan gula halus, merica halus, condiment, bumbu masak, dan putih telur dan diaduk sampai homogen. Masukkan bongkahan-bongkahan es batu pada saat pencampuran/pengadukan, sehingga diperoleh sosis ikan dengan elastisitas yang baik .

    * Pengisian Adonan Ke dalam Casing

Adonan yang telah siap dimasukkan ke dalam “stufler” lalu isikan ke dalam casing (usus kambing) dengan cara menekan/menyemprotkan. Usahakan tidak terdapat rongga-rongga udara di dalam casing tersebut. Tentukan ukuran panjang sosis yaitu kira-kira 4 – 6 cm, kemudian ikat dengan tali, biarkan sampai beberapa ikatan.

    * Perebusan

Perebusan sosis ikan dilakukan dengan cara merebus sosis ke dalam air panas dengan suhu + 60 C selama 20 menit. Kemudian rebus kembali dalam air panas dengan suhu 90 C hingga matang. Setelah matang angkat dan tiriskan.

Penyimpanan dan Penyajian

Untuk memperpanjang daya awet, sosis ikan dapat disimpan pada suhu rendah di lemari es. Sebelum disimpan, sosis ikan sebaiknya diasap terlebih dahulu.

Apabila akan disajikan,terlebih dahulu Sosis ikan digoreng dengan margarine/mentega ( 3 – 5 menit ). Sebagai pelengkapnya dapat pula diberi sambal dan saus tomat.


Pembuatan Kerupuk Ikan dan Udang
Additional News

I. Langkah Kerja

A. Bahan Baku

Bahan baku yang digunakan adalah semua jenis ikan / udang. Jenis ikan yang
umum digunakan adalah tenggiri, belida, kakap, gabus dan sebagainya.

Untuk mendapatkan hasil yang baik, pada pembuatan kerupuk ikan dan udang dibutuhkan bahan baku daging ikan / udang yang masih segar. Bila bahan baku yang digunakan kurang baik kesegarannya akan mempengaruhi rasa, rupa dan bau yang dihasilkan.

B. Membuat Krupuk Ikan / udang

1. Bahan yang diperlukan :

-Daging ikan halus 500 gram
-Tepung tapioca 1 kg
-Telur bebek 6 butir
-Garam 1,5 ons
-Soda 0,25 ons
-Gula 500 gram

2. Cara Membuat Kerupuk Ikan / Udang

a. Persiapan
-Cuci ikan dan buatlah fillet
-Ambil daging ikan dengan cara di kerupuk menggunakan sendok
-Haluskan / giling daging ikan tersebut sampai halus
-Timbang daging ikan halus 500 gram
-Timbang bahan-bahan tambahan / bumbu yang diperlukan.

b. Membuat Adonan

Campurkan daging halus dengan garam, gula,soda dan telur sambil
diremas-remas. Kemudiam masukkan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil
diaduk hingga adonan rata dan tidak lengket di tangan (bila perlu dapat
diberi air).

c. Pembungkusan

Adonan yang telah lumat dicetak atau dibentuk silinder yang besarnya
menurut kebutuhan dan keinginan. Kemudian dibungkus dengan daun pisang atau plastik. Adonan dapat juga dapat dicetak menggunakan cetakan dari kaleng.

d. Pengukusan

Pengukusan dilakukan selama 1 – 2 jam sampai adonan matang. Untuk
mengetahui adonan tersebut matang dapat dilakukan dengan memasukkan lidi
pada adonan tersebut. Bila adonan tidak lengket pada lidi berarti adonan
tersebut sudah matang

e. Pemotongan

Adonan yang sudah matang dibiarkan dingin (simpan selama 1-2 hari).
Kemudian dipotong / diiris tipis-tipis ( ketebalan 1 – 2 mm)

f. Penjemuran

Irisan kerupuk diatur diatas rak / para-para penjemuran dan dijemur sampai kering.


PELUANG USAHA 
PEMBUATAN SELAI PALA
Pala lebih dikenal sebagai salah satu bumbu dapur yakni sebagai penyedap untuk roti atau kue, puding, saus, syuran dan minuman penyegar. Pala dikenal kaya akan kandungan vitamin C dan vitamin A, kalsium dan fosfor. Selain sebagai bumbu dapur/penyedap yang lazim pala diolah menjadi manisan. Satu lagi jenis olahan berbahan dasar pala, yakni selai pala.

Selai adalah bahan dengan konsistensi gel atau semi gel yang dibuat dari bubur buah. Konsistensi gel atau semi gel pada selai diperoleh dari interaksi senyawa pektin yang berasal dari buah atau pektin yang ditambahkan dari luar, gula sukrosa dan asam. Interaksi ini terjadi pada suhu tinggi dan bersifat menetap setelah suhu diturunkan. Kekerasan gel tergantung kepada konsentrasi gula, pektin dan asam pada bubur buah.

Selai pala ini belum terlalu banyak pemainnya, selain bahannya cukup banyak ketersediaannya di pasaran. Cara pembuatannya juga tidak terlalu sulit sehingga masih memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan.

BAHAN-BAHAN DALAM PEMBUATAN SELAI PALA
*   Buah pala. Buah pala yang digunakan adalah yang telah matang dengan tanda berwarna 
    kuning dan bernoda cokelat tua pada kulit luarnya.
*   Gula pasir. Gula pasir yang digunakan adalah gula pasir yang putih bersih. Gula ini 
    dihaluskan menjadi gula tepung. Penghalusan dapat dilakukan dengan blender. Dianjurkan
    jumlah gula yang ditambahkan sedemikian rupa sehingga kadar gula pada selai 
    adalah 67,5%.
*   Pektin. Bahan ini merupakan polimer asam D-galakturonat yang
    dihubungkan oleh ikatan -14 g ikosidik. ebagian g ugus karboksil p olimer pektin 
    mengalami esterifikasi dengan metil    (metilasi) menjadi gugus metoksil. Senyawa ini 
    disebut sebagai asam pektinat atau pektin.
*   Agar. Agar merupakan senyawa alternatif pengganti pektin. Senyawa ini lebih mudah 
    diperoleh dan harganya lebih murah.
*   Senyawa ini dapat membentuk struktur gel di dalam air. Senyawa ini akan larut di dalam 
    air panas. Struktur gel akan terbentuk pada saat larutan didinginkan.
*   Asam. Asam digunakan untuk menurunkan pH bubur buah karena struktur gel hanya
    terbentuk pada pH rendah. Asam yang dapat digunakan adalah asam sitrat, asam asetat, 
    dan cairan asam dari perasan jeruk nipis.

PERALATAN YANG DIGUNAKAN DALAM PEMBUATAN SELAI PALA

    *  Pisau dan landasannya. Alat ini digunakan untuk mengupas dan
       membelah kulit buah pala.
    *  Baskom. Baskom digunakan untuk perendaman irisan kulit buah pala.
    *  Penggiling kulit buah. Alat ini digunakan untuk menggiling kulit buah
    *  Blender dapat digunakan untuk menghaluskan kulit buah dalam jumlah kecil menjadi
       bubur.
    *  Mesin penggiling digunakan untuk menggiling kulit buah dalam jumlah besar menjadi 
       bubur.
    *  Wadah pemasak bubur. Wadah ini adalah untuk memasak bubur pala. Wadah ini 
       harus terbuat dari bahan tahan karat, bagian dalamnya licin dan mudah dibersihkan.
    *  Kompor. Kompor bersumbu digunakan untuk memasak saus dalam jumlah kecil. 
       Sedangkan kompor bertekanan udara digunakan untuk memasak saus pala dalam 
       jumlah besar.
    *  Tungku. Tungku hemat energi dapat dijadikan alternatif. Akan tetapi, tungku ini lebih 
       banyak jelaganya sehingga lebih mengotori wadah dan agak sulit mengatur panasnya. 
       Keuntungannya adalah hemat dalam pemakaian bahan kayu sehingga biaya bahan 
       bakar lebih murah.
    *  Botol kaca. Botol kaca digunakan untuk mengemas selai. Botol kaca yang digunakan 
       adalah yang bermulut lebar dan berpenutup ulir. Botol ini sering disebut sebagai
       botol selai.
    *  Kantong plastik. Kantong plastik merupakan alternatif wadah pengemas. 
       Kantong plastik jenis polietilen tebal sering digunakan untuk mengemas selai.
       Biasanya dipakai rangkap dua.
    *  Alat pemasang segel plastik. Alat ini berupa ruang penyegel yang berpemanas 
       (suhu 90~950). Botol yang sudah dipasangi dengan plastik dimasukkan ke dalam
       ruang tersebut dengan ban berjalan. Udara panas dalam ruang penyegel menyebabkan 
       plastik mengkerut sehingga menempel dengan rapat pada botol. Untuk industri kecil,
       oven dapat digunakan sebagai alat pemasang segel plastik.
    *  Segel plastik.
    *  Timbangan.

CARA PEMBUATAN :

1. Lapisan terluar dari kulit buah dikupas tipis-tipis. Kemudian dibelah untuk mengeluarkan 
    bijinya. Kulit buah ini dicincang atau diiris kecil-kecil dan secepat mungkin direndam 
    di dalam larutan natrium bisulfit hangat (suhu 70~800C) selama 20 menit. Setelah itu, 
    bahan ditiriskan.

2. Bahan yang telah selesai direndam di dalam larutan natrium bisulfit hangat segera digiling 
    atau diblender sampai halus dengan penambahan air. Setiap 1 kg bahan ditambah 
    dengan 0,5 liter air, hasil yang diperoleh disebut dengan bubur kulit pala

3. Bubur kulit pala dicampur dengan gula pasir halus dan pektin atau tepung agar, kemudian
    diaduk sampai semua gula larut. Setiap kg bubur kulit ditambah dengan 1 kg gula, dan
   10 gram pektin atau agar. Pengadukan dapat dilakukan dengan bantuan mesin 
    pengaduk adonan (mixer).

4. Setelah, itu bubur dipanaskan sampai mendidih. Mula-mula digunakan api besar. Setelah 
    mendidih, api dikecilkan untuk sekedar menjaga agar bubur tetap mendidih. Pengadukan 
    dilakukan terus menerus selama bubur mendidih.

5. Asam dan pengawet ditambahkan ketika bubur mendidih. Setiap 1 kg kulit pala ditambah 
   dengan 6 gram asam sitrat atau 5 ml asam asetat 25%, dan 2 gram asam benzoat. 
   Setelah bubur mendidih selama 10 menit, api lebih dikecilkan untuk menjaga bubur tetap
   panas. Hasil yang diperoleh disebut dengan selai kulit pala.

6. Pengemasan

*  Botol kaca yang bersih direndam di dalam air yang mengandung kaporit 5~10 ppm 
   (5 sampai 10 gram kaporit per 1 m3 air) selama 30 menit di dalam wadah tahan karat. 
   Botol disusun dalam rendaman tersebut dalam posisi terbalik. Setelah itu, wadah yang 
   berisi rendaman botol direbus sampai mendidih.Setelah mendidih api dikecilkan sekedar
   untuk mempertahankan air perebus tetap panas. Kondisi ini dipertahankan selama 
   pengemasan.
*  Sementara itu, tutup botol direbus di dalam air mendidih lain. Selama pengemasan, tutup 
   botol harus tetap berada pada air mendidih.
*  Sebuah botol dikeluarkan dari air mendidih dalam keadaan terbalik dengan menggunakan 
   penjepit. Selai panas segera dituangkan ke dalam botol. Botol diisi hanya sampai 1 cm 
   di bawah mulut botol. Setelah itu, sebuah tutup botol yang sedang direbus segera 
   diangkat, dan dipasangkan pada mulut botol dengan kuat dan rapat.
*  Setelah itu, label dipasangkan pada bagian luar botol
*  Botol disarungkan ke dalam kantong plastik penyegel. Setelah itu botol dilewatkan atau 
   diletakkan pada ruang panas dari alat pemasang segel sampai segel plastik terpasang 
   rapat.

Selanjutnya selai buah pala siap disimpan atau langsung dipasarkan. Selai buah  pala ini 
memiliki masa simpan  yang relatif lama.




Fish

Ad Space